Prabowo Tuding Jurnalis, Pengamat, dan LSM Sebagai ‘Londo Ireng’: Senang Mengabdi ke Bangsa Lain!

RAKYATDAILY.COM – Presiden Prabowo Subianto menuding jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai londo ireng, yakni pihak yang disebutnya senang mengabdi kepada bangsa lain.

Hal tersebut disampaikan saat perayaan puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026).

Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah. Jumlahnya ditargetkan mencapai lebih dari 100.000 sekolah pada 2027.

“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.

Namun, menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan dengan meliput sekolah yang belum diperbaiki, padahal sekolah yang telah diperbaiki jumlahnya sudah sangat banyak.

“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.

Meski begitu, ia enggan menyebut media yang dimaksud.

“Aduh. Dia kita-kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut,” imbuhnya.

Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara demokrasi. Ia juga mengaku tidak antikritik.

“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak antikritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.

Namun, menurutnya, selalu ada pihak yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itulah yang disebutnya sebagai londo ireng.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, jika dahulu londo ireng adalah pihak yang bersama Belanda melawan bangsa sendiri, kini istilah tersebut hadir dalam wujud profesi seperti jurnalis, pengamat, dan LSM.

“Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM,” paparnya.

Ia kemudian mempertanyakan sumber pendapatan para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut.

“Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan,” ujarnya.

Menurut Prabowo, selama ini para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut terus menyebarkan narasi bahwa Indonesia akan collapse. Namun, menurutnya, hal itu tidak pernah terjadi.

“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia collapse. Bulan April lewat nggak collapse, Mei lewat nggak collapse, bulan Juli akan collapse. Tiap bulan akan collapse,” ucapnya.

👇👇

Artikel Terkait