Said Didu Minta Prabowo Berhenti Gunakan Cara Jokowi Rebut dan Pertahankan Kekuasaan dengan Pecah-Belah

RAKYATDAILY.COM – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyampaikan kritik terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak menggunakan pola politik yang dinilai memecah belah dalam mempertahankan kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu usai menghadiri dua agenda Halal Bihalal pada Minggu, 5 April 2026.

Acara pertama digelar di kediaman mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, sementara acara kedua berlangsung di rumah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam keterangannya, Said Didu mengaku bertemu ratusan tokoh yang disebutnya memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan bangsa.

Ia menegaskan bahwa para tokoh tersebut bukan pihak yang bisa dengan mudah dilabeli negatif.

“Dari diskusi di dua tempat tersebut, saya menyimpulkan mereka bukan antek asing, bukan dibiayai asing, bukan pengkhianat, bukan penjilat, bukan penikmat jabatan, dan bukan pengejar jabatan,” ujar Said Didu.

Namun demikian, ia menilai bahwa kelompok yang berada di lingkar kekuasaan kerap memberikan stigma negatif terhadap pihak-pihak yang kritis.

Label seperti “antek asing”, “kelompok sakit hati”, hingga “pengganggu kekuasaan” dinilai sering digunakan untuk mendiskreditkan kritik.

Said Didu juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap arah komunikasi politik nasional.

Menurutnya, jika pemerintah membuka ruang dialog dan mendengar masukan dari berbagai elemen, maka Indonesia berpotensi lebih maju dan damai.

“Terbayang oleh saya, seandainya penguasa bersedia mendengar pemikiran mereka sebagai solusi bangsa dan bukan dianggap sebagai musuh kekuasaan, maka Indonesia bisa maju dan damai,” katanya.

Dalam pernyataan yang lebih tegas, Said Didu berharap Presiden Prabowo tidak mengadopsi cara-cara yang ia nilai pernah digunakan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan.

Ia menilai pola tersebut berbasis pada strategi pecah-belah yang dalam satu bulan terakhir dinilai semakin terlihat.

“Berharap Bapak Presiden Prabowo berhenti menggunakan cara Jokowi merebut dan mempertahankan kekuasaan berbasis pecah-belah bangsa,” tegasnya.

Pernyataan Said Didu ini menambah dinamika wacana politik nasional, terutama di tengah meningkatnya suhu politik pasca Pemilu 2024 dan menjelang kontestasi politik berikutnya.

Sumber: RadarAktual

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY