RAKYATDAILY.COM – Pernyataan kontroversial datang dari pengamat politik Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, yang menilai adanya dugaan skenario di balik sejumlah langkah Presiden Prabowo Subianto.
Suzie menyebut, para penasihat di lingkaran dalam kekuasaan diduga sengaja mendorong kebijakan atau langkah yang berujung blunder.
Tujuannya, menurut dia, untuk mempercepat berakhirnya masa kepemimpinan Prabowo dan membuka jalan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka naik menjadi presiden.
“Penasihat-penasihatnya sengaja membuat Prabowo melakukan blunder, agar cepat berlalu dan digantikan anaknya Joko Widodo (Jokowi), Gibran,” ujar Suzie dalam podcast, Rabu (8/4/2026).
Ia juga mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Prabowo yang memiliki latar belakang militer.
Menurutnya, dengan pengalaman sebagai jenderal dan komandan, seharusnya Prabowo tidak mudah terjebak dalam kesalahan-kesalahan strategis.
“Pernah jadi jenderal, komandan, masa masih sebodoh itu?” tambahnya.
Pernyataan ini memicu perdebatan publik, terutama di tengah dinamika politik nasional yang masih diwarnai tarik-menarik kepentingan antara kelompok pendukung pemerintahan saat ini dan kekuatan politik yang beririsan dengan era sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Suzie Sudarman tersebut.
Sumber: RadarAktual