RAKYATDAILY.COM – Kronologinya begini. Warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
Rerbangun pada Sabtu dini hari oleh suara gemuruh keras yang datang dari arah perbukitan.
Suara itu terdengar sekitar pukul 03.00 WIB, mirip dentuman besar yang membuat sejumlah warga panik keluar rumah.
Dikutip dari laporan Antara dan sejumlah media nasional lain bahwa warga awalnya mengira suara itu berasal dari batu besar yang runtuh.
Namun hanya dalam hitungan menit, gemuruh tersebut disusul oleh runtuhan tanah dalam skala besar.
Longsor dari bukit Pasirlangu itu membawa batu, pohon, dan material lumpur yang langsung berubah menjadi arus banjir bandang.
Gelombang lumpur menerjang permukiman di Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda, dua wilayah yang berada tepat di jalur aliran longsor.
Beberapa warga yang masih terjaga berusaha menyelamatkan diri, tetapi kecepatan arus membuat banyak dari mereka tak sempat keluar rumah.
Laporan resmi yang dikutip dari RadarBogor mencatat 7 orang meninggal dunia, sementara data warga hilang bervariasi antara 82 hingga 114 orang.
Sesuai laporan tim SAR gabungan dan pemerintah daerah. Puluhan rumah ikut tertimbun material longsor dengan kedalaman mencapai beberapa meter.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan bekerja dengan metode manual karena kondisi medan sangat labil.
Hujan yang masih turun menjadi kendala utama. Anjing pelacak (K9) juga diterjunkan untuk menelusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi terjebaknya korban.
Petugas mengimbau warga sekitar menjauhi area longsor untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan.
Pemerintah daerah menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga yang selamat namun kehilangan tempat tinggal.
Sumber: PojokSatu