RAKYATDAILY.COM – Penyanyi Ashanty mengungkap pengalaman traumatis yang selama bertahun-tahun disimpannya sendiri.
Ia mengaku pernah mengalami tindakan pelecehan oleh ayah tirinya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Pengakuan tersebut disampaikan Ashanty saat berbincang dalam podcast Talk About-Oki Setiana Dewi.
Ia mengatakan pengalaman itu menjadi salah satu trauma masa kecil yang masih membekas hingga dirinya dewasa.
Ashanty menceritakan, ketika masih SD, ibunya menikah lagi.
Karena merasa takut tidur sendirian, ia memilih tidur bersama sang ibu dan ayah tirinya dengan posisi berada di tengah.
“Waktu SD, ibuku menikah lagi. Karena aku penakut, jadi tidur bareng ibu. Jadi posisinya, aku di tengah, diapit ibu dan ayah. Suatu hari, ayah sambungku ini megang-megang badanku,” ujarnya dikutip dari podcast Talk About-Oki Setiana Dewi, Senin (17/8/2026).
Saat peristiwa itu terjadi, Ashanty mengaku memilih berpura-pura tertidur.
Ia kemudian menggerakkan tubuhnya agar ayah tirinya mengira dirinya telah terbangun dan menghentikan tindakan tersebut.
Pengalaman itu membuat Ashanty merasa takut kejadian serupa kembali terjadi.
Ia kemudian mengubah posisi tidurnya dan tidak lagi berada di antara ibu dan ayah tirinya.
Trauma tersebut bahkan terbawa hingga bertahun-tahun.
Ashanty mengaku mengalami kesulitan tidur karena selalu diliputi rasa khawatir dan tidak berani tidur dengan lelap.
Ketika memasuki usia baligh, ayah tirinya meninggal dunia.
Ashanty menyebut kepergian tersebut membuat dirinya terhindar dari kemungkinan mengalami tindakan yang lebih jauh.
“Saat aku memasuki usia baligh, ayah sambungku ini meninggal. Allah sangat sayang dan melindungi aku. Allah tak mengizinkan dia untuk melakukan aksinya lebih dalam lagi ke aku,” tutur Ashanty dengan mata berkaca-kaca.
Ashanty mengatakan dirinya memilih memendam pengalaman tersebut dan tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun ketika masih kecil.
Bahkan, sang ibu juga tidak pernah mengetahui apa yang dialaminya.
Rahasia tersebut tetap disimpan Ashanty hingga ibunya meninggal dunia pada 6 November 2016.
Ia juga menyebut tidak ada satu pun kakaknya yang mengetahui kejadian tersebut saat itu.
“Jadi, mama meninggal pun tak tahu cerita ini. Kakak-kakakku juga tidak satupun yang tahu peristiwa tersebut. Makanya mereka terkejut banget setelah tahu baru-baru ini,” pungkasnya.
Di tengah pengungkapan pengalaman masa lalunya, Ashanty juga diketahui telah mengambil keputusan untuk mengenakan hijab setelah menjalani ibadah haji pada 2026.
Ia mengatakan keputusan tersebut lahir dari pergulatan batin selama berada di Tanah Suci.
Berbagai pengalaman selama menjalankan ibadah membuatnya kembali merenungkan kehidupan dan prioritas yang selama ini dijalaninya.
Keinginan untuk berhijab sebenarnya telah muncul sejak Ashanty berusia 40 tahun.
Namun, saat itu niat tersebut belum diwujudkan karena ia masih menikmati penampilannya, termasuk ketika aktif berolahraga dan memperhatikan bentuk tubuh.
Setelah menjalani ibadah haji, keinginan tersebut semakin kuat.
Ashanty mengaku merasa mendapat teguran secara spiritual sehingga mulai mengevaluasi kembali pandangannya terhadap penampilan dan kehidupan duniawi.
Sepulang dari Tanah Suci, ia mulai menata kembali koleksi pakaian yang dimilikinya.
Sejumlah busana lama yang dianggap tidak lagi sesuai dengan penampilannya kemudian dijual sebagai barang preloved, termasuk beberapa pakaian yang masih memiliki label karena belum pernah digunakan.
Ashanty juga mengakui bahwa mengenakan hijab merupakan sebuah proses.
Ia masih berusaha menjaga konsistensi dan meminta dukungan serta doa agar dapat terus istiqamah dalam menjalani perubahan tersebut.
Keputusan Ashanty mendapat dukungan dari keluarga, termasuk suaminya, Anang Hermansyah, serta anak-anak mereka, Arsy dan Aurel Hermansyah.
Dukungan keluarga disebut semakin kuat setelah Ashanty dan Anang menjalani ibadah haji.