RAKYATDAILY.COM – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono buka suara soal sejumlah lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang viral lantaran berada di lokasi yang tidak ideal.
Ia mengeklaim sejumlah koperasi desa (kopdes) yang berada di lokasi yang dinilai tidak ideal tersebut hanya segelintir dari 30.000 Koperasi Desa (Kopdes) yang tengah dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.
“Saya pernah juga menyampaikan bahwa yang tidak ideal itu mungkin kurang dari 10 dari 30 ribuan yang sedang dibangun,” kata Ferry dikutip dari Podcast Filonomics yang tayang di kanal YouTube Kompas.com, Selasa (25/8/2026).
Ferry memahami berbagai masukan terkait lokasi Kopdes yang dinilai “nyeleneh” oleh sejumlah pihak.
Namun ia menuturkan, penentuan lokasi Kopdes telah disepakati melalui musyawarah di tingkat desa.
Ia menegaskan, pemerintah pusat tidak mengabaikan masukan dari masyarakat.
“Bukan kita menafikan masukan itu. Tapi penentuan lokasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, meskipun itu tidak ideal, itu sudah dilaksanakan melalui musyawarah di desa, gitu,” ucap Ferry.
Menkop memastikan bahwa pihak desa dilibatkan secara penuh dalam proses penetapan tersebut.
Jika di kemudian hari ditemukan kendala teknis pada lokasi yang telanjur ditetapkan, pemerintah desa yang akan merumuskan solusinya.
“Jadi mereka sendiri yang menentukan itu. Jadi mereka pasti juga punya pertimbangan. Kalaupun misalkan ada lokasi yang tidak ideal itu, nanti mereka akan mencarikan solusinya gitu,” ujar Ferry.
Ferry mengungkapkan bahwa layanan call center yang diluncurkan Kementerian Koperasi telah menerima sejumlah laporan terkait lokasi Kopdes yang viral di sejumlah daerah.
“Ada yang katanya di tengah kuburan, begitu kita cek bukan di tengah kuburan itu. Di pinggir, samping,” ungkapnya.
Selain itu, Ferry mengungkapkan, pihaknya juga pernah menerima laporan soal adanya kabar Sekolah Dasar (SD) yang dibongkar untuk pembangunan KDMP.
Namun dikatakan Ferry, belakangan diketahui kabar tersebut tidak benar.
“Bukan (dibongkar), itu melalui jalan kecil di sebelah bangunan SD-nya,” ujar dia.
Ferry memaklumi berbagai laporan yang diterima call center terkait KDMP.
Ia menegaskan merespons setiap laporan yang diterima dengan cepat.
“Banyak (laporan yang masuk) dan itu selalu kita respons,” kata dia.
Ada sejumlah bangunan Kopdes Merah Putih yang berdiri di sejumlah lokasi nyeleneh.
Salah satunya adalah bangunan Kopdes milik Desa Sindukarto dan Desa Sumberharjo, Wonogiri, yang menjadi perhatian masyarakat karena lokasinya berhadapan.
“(KDMP) Yang Sindukarto kalau kita dari arah Wonogiri itu sebelah kanan. Kalau yang Sumberharjo itu sebelah kiri. Itu beda desa,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan saat dihubungi, Rabu (29/7/2026).
Ia mengatakan, dua KDMP yang saling berhadapan tersebut berada di lokasi yang strategis karena berada di tepi jalan.
“Itu ramai. Karena mungkin pertimbangannya di situ letaknya strategis, kemudian berada di tengah-tengah perkampungan masing-masing, dan di pinggir jalan utama, jadi penentuannya,” kata Rodricho.
Selain Kopdes di Wonogiri, sebuah bangunan kopdes di Tumenggungan Baru, Lamongan juga viral di sosial media karena dibangun di dekat area pemakaman umum.
Berdasarkan foto yang beredar, akses masuk Kopdes tampak diapit oleh pekamakaman.
Kopdes diDesa Cikaracak, Majalengka, Jawa Barat, juga sempat viral di dunia maya karena lokasinya yang terpencil di kaki Gunung Ciremai.
Dalam rekaman udara menggunakan drone, bangunan koperasi tersebut terlihat berdiri sendiri di tengah hamparan pepohonan dan perbukitan.
Narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut menimbulkan kesan bahwa koperasi berada jauh dari permukiman warga.
Saat dicek langsung, bangunan koperasi justru berada di pinggir jalan kabupaten yang sudah beraspal dan menjadi akses utama bagi masyarakat setempat.
“Padahal, Kopdes Merah Putih Cikaracak ini berdirinya di pinggir jalan yang statusnya adalah Jalan Kabupaten, jalan penghubung antara Kecamatan Argapura dan Kecamatan Sindang. Ini jalur hidup,” kata Kepala Desa Cikaracak, Aon.
Menurut dia, pengambilan gambar dari udara membuat lokasi tampak seperti berada di tengah hutan tanpa akses, padahal kenyataannya berbeda.
Aon menjelaskan bahwa kondisi geografis desa yang berada di kawasan pegunungan memang membuat lingkungan terlihat hijau dan asri jika dilihat dari ketinggian.
Bangunan Kopdes di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, juga mencuri perhatian karena berdiri di tengah tambak ikan dan berdampingan dengan embung desa.
Menurut warga keberadaan koperasi tersebut dinilai terlalu jauh dari aktivitas masyarakat, sedangkan pemerintah desa menegaskan lokasi tersebut dipilih melalui musyawarah dan menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata desa.
Salah seorang warga Desa Langgenharjo, Didik Mulyono, mengaku sejak awal tidak sepakat jika koperasi dibangun di kawasan tambak.
Menurutnya, koperasi seharusnya berada di lokasi yang mudah dijangkau agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Lokasinya terlalu jauh dari rumah warga. Di sekelilingnya juga tambak semua. Saya khawatir nanti masyarakat justru malas datang sehingga koperasi kurang dimanfaatkan,” ujar dia.
[FULL VIDEO]