RAKYATDAILY.COM – Rombongan massa aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dilaporkan dicegat oleh aparat kepolisian dalam perjalanan dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuju Jakarta, Rabu (26/8/2026) siang.
Koordinator AMPB, Teguh Istianto menyebut bus berisi rombongan sekitar 200 warga Pati itu dicegat sesaat setelah bus keluar dari wilayah Kabupaten Pati sekitar pukul 13.30 WIB.
“Ada info baru, saya mau sampaikan dari Pati bahwa bus dari Pati itu disekat di Pati, masih di Pati. Ini oleh kepolisian, tidak boleh ke Jakarta,” kata Teguh kepada wartawan di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Teguh menyebut total ada empat bus berkapasitas penuh yang bertolak dari Pati menuju Jakarta siang ini.
Menurutnya, pencegatan terjadi di jalan raya tidak jauh dari area keluar Kabupaten Pati.
“Barusan saja. Ini baru keluar dari Pati. Jam setengah dua. Pati ke jalan tol itu butuh waktu satu setengah jam. Berarti mungkin baru keluar dari Pati,” ujarnya.
Namun, tiba-tiba ia mendapat laporan berupa video bahwa bus-bus itu dicegat oleh sejumlah polisi dan dilarang melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
“Enggak tahu ini (posisi persisnya), ini barusan dikirim video, empat bus. Empat bus dari AMPB dari Pati disekat. Isinya 200 orang (50 kali 4),” ungkap Teguh.
Teguh pun mengatakan pencegatan rombongan bus dari Pati ini merupakan bentuk ketakutan dari pihak lembaga legislatif terhadap gelombang desakan masyarakat terkait pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Jadi untuk teman-teman, ini jelas, Dewan Perwakilan Rakyat kita takut kepada rakyat ketika rakyat Indonesia bersatu untuk mendesak RUU Perampasan Aset tindak pidana agar dimiskinkan koruptor. Ini jelas. Ini pasukan Pati ini disekat,” kata Teguh.
Teguh pun melontarkan kekecewaannya secara terhadap para pejabat publik yang dinilai setengah hati menerima kedatangan warga Pati.
“Jadi artinya pejabat-pejabat kita mentalnya mental maling. Sudah jelas ya! Mental-mental perampok pejabat-pejabat kita. Sudah jelas ini ya kawan-kawan. Takut dengan hukuman mati koruptor. Ya, sudah gitu saja,” tegasnya.
Padahal, kata Teguh, warga Pati datang ke Jakarta murni untuk merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka masukan publik terkait pembahasan RUU Perampasan Aset Koruptor.
“Jadi kami yang dari Pati itu kan ada empat bus untuk tambahan. Nah ini kami cuma mau menghadiri apa yang diinginkan Puan. Puan itu kan pengesahan aset menunggu masukan masyarakat. Dan kami masyarakat Pati dan juga masyarakat Indonesia pengin memberikan masukan. Tetapi kok ini kok disekat ini lho,” jelas Teguh.
Ia pun menjamin bahwa ratusan massa dari Pati tidak membawa niat untuk membuat kerusuhan selama berada di Jakarta.
Meski saat ini massa dari Pati masih tertahan, Teguh memastikan massa yang sudah hadir tetap akan melangsungkan aksi unjuk rasa pada Kamis, 27 Agustus 2026 besok.