RAKYATDAILY.COM – Pemerintah memastikan belanja raksasa bakal terjadi pada 2026.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menyedot anggaran hingga Rp80 triliun setiap kuartal, menjadikannya salah satu belanja publik terbesar dalam sejarah APBN modern.
Skala anggaran ini juga menjadi penanda bahwa pemerintah mengandalkan program ini sebagai penggerak ekonomi nasional dari level paling bawah.
Dalam forum Indonesia Economic Summit 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa belanja kuartalan tersebut sudah tercantum dalam kerangka anggaran pemerintah.
“Artinya, pengeluaran kita untuk program makan bergizi gratis setiap kuartal sekitar Rp80 triliun,” ujar Airlangga, 3/2/2026.
Program MBG sendiri merupakan agenda prioritas pemerintah dengan total proyeksi anggaran tahunan mencapai ratusan triliun.
Belanja jumbo ini dialirkan melalui berbagai kanal, mulai dari penyedia makanan, tenaga kerja lokal, hingga sektor logistik.
Pemerintah menilai pola belanja besar dalam interval teratur tiga bulan sekali dapat menciptakan sirkulasi ekonomi baru di tingkat UMKM.
Sejumlah analis menyebut bahwa efek domino dari belanja ini diperkirakan berdampak signifikan pada konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
Pemerintah juga mengaitkan program ini dengan potensi penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor produksi pangan, distribusi, dan usaha mikro yang menjadi ujung tombak rantai pasok.
Selain faktor ekonomi, pemerintah menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah peningkatan kualitas gizi jutaan masyarakat.
Pada tahun berjalan, program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 80 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program sosial terbesar di kawasan Asia.
Dengan tingginya nilai belanja yang dilakukan secara berkala, pemerintah yakin sektor riil akan menerima dorongan baru yang memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
2026 pun diprediksi menjadi momentum penting dalam strategi pemerintah membangun fondasi ekonomi berbasis konsumsi dan perbaikan kualitas sumber daya manusia.
Sumber: WartaDemokrasi