DEMOCRAZY.ID – Dukungan partai politik (parpol) terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk memerintah selama dua periode mengalir deras.
Dukungan ini pun disampaikan secara terang-terangan oleh pimpina parpol.
Mulai dari Partai Golkar, PAN, dan tentu saja Gerindra, sudah menegaskan akan menyodorkan kembali nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Sekadar catatan, dukungan itu umumnya baru diberikan kepada Prabowo sebagai capres.
Lalu bagaimana dengan Gibran Rakabuming Raka? Hampir semua partai di lingkungan pemerintah belum menyatakan sikap tegas akan memberikan dukungan sepaket sebagai wakil presiden (cawapres) kepada putra sulung Jokowi tersebut.
Belakangan wacana Prabowo dua periode mencuat lagi setelah mantan Presiden Joko Widodo secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali maju di Pilpres 2029.
“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” cetus Jokowi Ketika ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat 30 Januari 2026.
Pernyataan Jokowi menjawab pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali yang menilai Gibran berpeluang menjadi kompetitor kuat di Pilpres 2029.
Tetapi omongan Jokowi belum diikuti oleh sikap partai-partai politik pendukung pemerintah di Pilpres 2024.
Pimpinan parpol lebih memilih memisahkan pembicaraan dukungan kepada Prabowo dan cawapres.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, misalnya. Ia menegaskan PKB siap mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode pemerintahan.
Dukungan didasari kepuasan PKB terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.
“Kami pokoknya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah,” ucap Cak Imin di Istana Presiden, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Hanya ia belum menjawaban tegas terkait dukungan yang sama kepad Gibran selaku cawapres.
“Oh belum dibahas. Belum (Gibran cawapres,” katanya.
Sikap yang mirip diungkap Partai Amanat Nasional (PAN).
Ketum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan, dukungan dua periode diperlukan supaya seluruh program pemerintahan sekarang dapat direalisasikan maksimal.
“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Partai Gerindra, yang konsisten mendukung tiga kali dalam tiga pilpres,” kata Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno di Gedung DPR, Kamis 5 Februari 2026.
Tetapi PAN belum menyampaikan sikap resmi terkait cawapres di 2029.
Ditegaskannya, penentuan pasangan capres-cawapres masih membutuhkan banyak pertimbangan.
“Kita tentu lihat nanti opsi-opsi (pilihan) terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” kelit Eddy.
Eddy sendiri secara personal lebih mendukung Zulkifli Hasan untuk berduet dengan Prabowo.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas dampingi Pak Prabowo di tahun 2029,” kata Eddy.
Ketum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia ikut menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik.
“Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari (cari) yang lain?” kata Bahlil di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 5 Februari 2025 malam.
Tetapi dukungan Golkar itu masih minus mencakup Gibran.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji, menyampaikan, partainya masih fokus mendukung Pemerintahan Prabowo sampai akhir masa jabatan.
“Insya Allah dengan kerja bersama yang solid, visi Presiden tercapai, Pak Prabowo akan makin dicintai rakyat. Kalau rakyat cinta, urusan (Pilpres) 2029 bisa lebih mudah,” tuturnya.
Sementara Sekjen Gerindra Sugiono mengapresiasi dukungan berbagai pihak untuk Prabowo dua periode.
“Kita terima kasih atas dukungannya,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 6 Februari 2026.
Sugiono menggarisbawahi, Gerindra belum membuka pembahasan mengenai bursa cawapres. “Kita nggak pernah, belum pernah.
Belum pernah membuka pembicaraan itu (cawapres),” tegas Sugiono.
Merespons fenomena itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, dukungan sejumlah parpol terhadap Prabowo Subianto dua periode sejak dini bersifat premature.
Ia beralasan, Pilpres 2029 masih berjarak tiga tahun ke depan.
Dukungan awal itu lebih mencerminkan strategi politik partai-partai untuk memperlihatkan loyalitas kepada Prabowo sebagai petahana.
Sumber: Konteks