RAKYATDAILY.COM – Pemilihan Presiden tahun 2029 masih tiga tahun lagi.
Namun partai koalisi pemerintah telah terang-terangan mendorong kader terbaiknya bertarung di posisi tertinggi pemerintah.
Setidaknya memaketkannya dengan petahana, Prabowo Subianto.
Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka tak lagi masuk hitungan di 2029 mendatang.
Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menjagokan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.
Jurnalis Senior, Dahlan Iskan menilai sulit bagi PSI untuk langsung mencalonkan Gibran, untuk posisi Cawapres apalagi calon presiden.
Harus ada kejelasan dulu dari sikap Prabowo, apakah Gibran digandeng lagi atau tidak.
“Kalau Gibran digandeng lagi berarti PSI harus berebut suara di lingkungan “pendukung Prabowo”. PSI harus bertarung di dalam selimut yang sama: selimut Gerindra. Padahal ada banyak partai di bawah selimut yang sama,” kata Dahlan dikutip dari Catatan Dahlan Iskan di Disway bertajuk ‘Gibran Capres’, Senin (16/2/2026).
Maka, lanjut Dahlan Iskan, kalau Gibran tetap digandeng Prabowo, PSI harus menggunakan “cara Nasdem” untuk meraih banyak kursi di parlemen yakni “membajak” para pemilik kursi dari partai lain.
“Suatu saat dulu Nasdem sangat dikenal sebagai “pembajak” kursi partai lain. Terutama ketika jabatan jaksa agung dipegang orang Nasdem. Apakah PSI akan pakai cara Nasdem dulu itu? Tentu tidak perlu tahun ini. Masih ada waktu. Bisa dua tahun lagi. Agar mereka tidak perlu menghadapi risiko diberhentikan partainya dari keanggotaan DPR,” ujar Dahlan.
Menurutnya, kalau transfer itu dilakukan dua tahun lagi toh masa jabatan sudah hampir selesai. Diberhentikan pun tidak masalah.
Toh nilai transfernya sebanding dengan hilangnya fasilitas di DPR selama satu tahun.
“Meski transfer baru dilakukan dua tahun lagi, “perjanjian di bawah meja”-nya sudah harus dibuat tahun ini. Maka kita akan segera melihat proses naturalisasi kursi antar partai. Tentu masih bersifat bisik-bisik tapi sudah bisa didengar tetangga,” kata mantan Menteri BUMN era Presiden SBY itu.
Dahlan menambahkan, rasanya harapan PSI agar sesegera mungkin dapat kejelasan nasib Gibran juga tidak mudah.
Prabowo masih banyak pekerjaan untuk bisa memikirkan itu.
“Rasanya itu baru akan diputuskan di saat injury time. Menggantung lebih baik daripada menggorok,” pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan bahwa hingga hari ini tidak ada Calon Wakil Presiden yang sekelas Gibran Rakabuming Raka.
Ahmad Ali memandang bahwa Gibran merupakan representasi kaum muda yang tidak hanya cerdas tapi punya pengalaman lengkap.
“Masa ada yang lebih baik daripada Gibran hari ini untuk jadi Cawapres,” ucap Ahmad Ali dalam sebuah podcast di Youtube belum lama ini.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menyinggung pengalaman Gibran yang pernah menjabat sebagai Wali Kota hingga Wakil Presiden. Jejak rekam mentereng itu dianggap sebagai nilai tambah yang signifikan.
“Pengalaman pasti (karena) pernah jadi wali kota, pernah jadi wapres,” imbuhnya.
Ahmad Ali menekankan, status incumbent yang melekat pada Gibran menjadi indikator utama keunggulan dibandingkan kandidat lainnya.
“Emang calon-calon lain pernah jadi wapres?” tegas mantan politisi Nasdem itu.
Peta elektabilitas bakal calon wakil presiden (cawapres) 2029 versi survei anak muda masih sangat dinamis.
Belum ada satu pun tokoh yang mampu menembus angka 20 persen, menandakan persaingan masih terbuka lebar dan preferensi pemilih muda belum mengerucut.
Berdasarkan data yang dirilis MudaBicara, nama KDM menempati posisi teratas dengan elektabilitas 18,38 persen.
Meski memimpin, angka tersebut belum cukup dominan untuk mengunci dukungan generasi muda.
Di posisi kedua, Purbaya Yudi Sadewa mencatatkan elektabilitas 14 persen, disusul Muzakir Manaf dengan 13,5 persen.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di peringkat keempat dengan perolehan 11,88 persen.
Nama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berada di posisi kelima dengan 8,88 persen, diikuti Anies Baswedan yang meraih 8,63 persen.
Di bawahnya, muncul Sherly Tjoanda dengan elektabilitas 7,25 persen, Mahfud MD 6,63 persen, serta Gibran Rakabuming Raka dengan 6,13 persen.
Sumber: Fajar