RAKYATDAILY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sesumbar akan menyerahkan harta dan nyawanya demi Indonesia.
Hal itu dia ungkapkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin, 12 Januari 2026.
Awalnya, dia mengaku banyak pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah menekan impor minyak dengan membangun fasilitas produksi sendiri.
Ke depan, kata Bahlil, pemerintah menargetkan tak lagi mengimpor BBM dan hanya berbentuk minyak mentah.
Pasalnya, fasilitas pengolahan akan dibangun oleh pemerintah, salah satu contohnya seperti RDMP Balikpapan.
“Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis,” ujarnya, Senin.
“Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih,” imbuhnya.
Bahlil lantas bercerita tantangan dan hambatan yang dihadapinya.
Sebab, sesuai jadwal fasilitas kilang itu seharusnya diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu. Namun sempat terbakar dan harus masuk fase pemulihan.
Dia menduga, kebakaran yang sempat terjadi di RDPM Balikpapan ini disengaja.
Sebab, kehadiran kilang ini praktis akan memangkas importasi BBM sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya.
“Proyek ini banyak dramanya, kenapa? Karena seharusnya sudah jadi awal bulan Mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar,” katanya.
“Saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain,” lanjutnya.
Dia mengaku, sudah memerintahkan anak buahnya melakukan investigasi pada bulan Agustus lalu.
“Saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang di balik batu,” sebutnya.
“Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi,” tukasnya.
[VIDEO]
Sumber: Konteks