LSI Denny JA Soroti Ambisi Jokowi Lewat PSI: Mau Jadi Aktor Politik Aktif!

RAKYATDAILY.COM – Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menilai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku siap turun ke 514 kabupaten/kota demi mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah pernyataan biasa.

Dalam perspektif survei dan analisis kekuasaan, sikap tersebut dinilai sarat pesan politik.

Adjie menyebut, pernyataan Jokowi menunjukkan keinginan untuk tetap memainkan peran di panggung politik nasional, meskipun tidak lagi memegang kekuasaan eksekutif secara formal.

“Itu adalah sinyal politik, bukan sekadar ekspresi dukungan personal. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi masih ingin menegaskan dirinya sebagai aktor politik aktif, meski secara formal sudah tidak lagi berada di pusat kekuasaan eksekutif,” ujar Adjie saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, dari sudut pandang opini publik, langkah tersebut juga dapat dibaca sebagai upaya menjaga relevansi politik sekaligus memastikan kesinambungan pengaruh melalui PSI sebagai kendaraan politik.

“Namun perlu dicatat, turun ke 514 kabupaten/kota adalah narasi yang sangat ambisius. Dan ini adalah retorika politik sekaligus psy war ke partai-partai lain, dan juga mungkin menyentil Prabowo,” jelas Adjie.

Ia menambahkan, narasi itu memiliki konteks historis kuat mengingat gaya kepemimpinan Jokowi selama menjabat presiden yang dikenal aktif blusukan ke berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

“Karena selama menjadi presiden, kan memang Jokowi rajin turun ke daerah-daerah, hingga daerah pelosok. Sementara Prabowo dalam setahun lebih pemerintahan, lebih banyak melakukan kunjungan luar negeri,” lanjutnya.

Meski demikian, Adjie menilai kapasitas Jokowi saat ini tidak sepenuhnya sama dengan ketika masih menjabat sebagai kepala negara.

Kendati masih memiliki jejaring politik dan relasi ekonomi, faktor kekuasaan formal tetap berpengaruh besar terhadap kekuatan logistik politik.

“Tapi logistik politik hari ini tidak lagi sekuat saat ia masih presiden aktif. Kekuasaan formal sangat menentukan daya logistik,” pungkas Adjie.

Sumber: Inilah

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY