Masjid Istiqlal Houston Jadi Saksi, Profesor Amerika Ini Pilih Islam Usai Salat Zuhur

RAKYATDAILY.COM – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Istiqlal Houston, Amerika Serikat, pada siang hari seusai pelaksanaan salat Zuhur.

Seorang profesor asal Amerika Serikat, Profesor Dock Yates, secara resmi memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan jemaah, menandai babak baru perjalanan spiritualnya.

Menurut informasi yang diterima, Rabu (4/2/2026), Profesor Dock Yates diketahui merupakan dosen Clinical Laboratory Science di salah satu universitas di Texas.

Prosesi ikrar keislaman tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dipandu langsung oleh Imam Masjid Istiqlal Houston, Muthahhir Arif.

Gema takbir dan ucapan selamat dari jemaah mengiringi prosesi tersebut.

Atmosfer hangat dan penuh persaudaraan tampak menyatu di dalam masjid, menyambut kehadiran anggota baru dalam keluarga besar umat Islam.

Imam Masjid Istiqlal Houston, Dr. Muthahhir Arif dalam kesempatan tersebut menyampaikan, keluarga besar Masjid Istiqlal Houston mengucapkan selamat datang kepada Profesor Dock Yates dalam keluarga besar umat Islam.

“Semoga Allah senantiasa memberikan kepada beliau keistiqamahan, ketenangan hati, dan keberkahan dalam menapaki jalan iman dan ilmu,” kata Imam Muthahhir, Senin (2/2/2026).

Profesor Yates tampak terharu atas sambutan yang diberikan komunitas Muslim Houston.

Momen itu sekaligus menjadi penanda awal perjalanan hidupnya dalam iman Islam.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada sahabatnya, Brother Miftah Rahman, yang selama ini menjadi teladan akhlak dan sumber inspirasi dalam mengenal Islam lebih dekat.

Ia mengungkapkan, perilaku dan karakter baik sahabatnya itu telah memantik keinginannya untuk mempelajari ajaran Islam dengan lebih serius, hingga akhirnya Allah membuka pintu hatinya untuk menerima hidayah.

Usai menunaikan salat Zuhur pertamanya sebagai seorang Muslim, Profesor Dock Yates menyatakan komitmennya untuk memperdalam pemahaman tentang Alquran dan tata cara ibadah.

Ia juga berencana mengikuti program New Muslim Class (NMC) di Masjid Istiqlal Houston mulai esok hari sebagai langkah awal dalam perjalanan spiritualnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat, dakwah Islam tidak selalu hadir melalui kata-kata, tetapi juga melalui keteladanan akhlak dan sikap hidup yang mencerminkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

Pusat Dakwah dan Budaya

Masjid Istiqlal yang terletak di kawasan Sugar Land, Houston, Texas, telah menjadi simbol keberagaman Islam Indonesia di Amerika Serikat sejak didirikan pada 2015 oleh komunitas Muslim Indonesia.

Masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial bagi lebih dari 600 jemaah yang berasal dari berbagai latar belakang budaya.

Dr. Muthahhir Arif, yang mendapat amanah menjadi imam masjid ini, mengungkapkan, Masjid Istiqlal dibangun dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah warga Indonesia di Amerika, mempererat hubungan silaturahmi antar komunitas Muslim, serta menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda.

Selain itu, masjid ini juga berkomitmen mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal, menjadikannya sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan komunitas Muslim di Amerika Serikat.

Dengan arsitektur khas Indonesia, Masjid Istiqlal Houston tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat budaya yang memperkenalkan tradisi Nusantara di tengah masyarakat Amerika.

Sumber: Inilah

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY