MBG TV Resmi Mengudara di 13 Provinsi! Publik Malah Protes: Urgensi atau Cuma Buang-Buang Anggaran?

RAKYATDAILY.COM – Forum Jupnas Gizi Indonesia baru saja meluncurkan saluran televisi edukatif bertajuk MBG TV.

Langkah ini diambil sebagai garda terdepan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, proyek ini justru diprotes warganet karena dianggap tidak efektif secara bujet.

Ekspansi Siaran di 98 Wilayah Indonesia

Ketua Umum DPN Forum Jupnas Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, menyatakan bahwa MBG TV telah berkolaborasi dengan 15 jaringan televisi terestrial.

Saat ini, siaran tersebut sudah bisa diakses di 13 provinsi, mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, hingga Maluku.

Tujuan utamanya jelas: memperkuat literasi publik mengenai pemenuhan gizi demi mencetak Generasi Emas.

“MBG TV bukan sekadar hiburan, melainkan media edukatif yang fokus pada sosialisasi kebijakan pemerintah terkait pemenuhan gizi,” tegas Rival Achmad Labbaika dalam audiensi bersama Badan Gizi Nasional atau BGN.

Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, turut memberikan lampu hijau.

Menurutnya, pemahaman masyarakat secara mendalam adalah kunci agar program gizi ini tidak sekadar menjadi urusan administratif belaka.

Dikritik Legacy dan Tak Relevan

​Meski didukung pejabat, vibe di media sosial justru berbanding terbalik.

Warganet menilai pembuatan kanal TV baru di era gempuran media digital adalah langkah yang kurang taktis dan cenderung boros anggaran.

Banyak yang beranggapan bahwa dana tersebut bisa dialokasikan langsung ke porsi makanan atau optimalisasi platform digital yang sudah ada.

“Siapa yang mau nonton? Buang-buang uang rakyat saja,” tulis netizen pedas.

​”Kalau tujuannya sosialisasi, lebih baik beli slot iklan di TV swasta daripada bikin kanal sendiri, dana jadi tidak efisien,” timpal akun lainnya.

Sumber: Konteks

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY