Prabowo Idolakan Ataturk, Guru Besar Unair: Ada Apa dengan Presiden?

RAKYATDAILY.COM – Pidato Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Dalam salah satu pernyataannya, Prabowo menyebut dua tokoh dunia sebagai figur yang ia kagumi.

“Anak muda, pahlawan saya, ikon saya adalah Mustafa Kemal Attaturk dan Mehmed Sang Penakluk (mantan Sultan Ustmaniyah),” ujar Prabowo, Selasa (25/2/2026).

Rasa Kagumnya Bukan Sekadar Ucapan

Ia bahkan mengungkapkan kekagumannya itu bukan sekadar ucapan. Ia mengatakan memiliki patung di kantor dan rumahnya.

“Kalau saudara datang ke kantor saya di Jakarta, kalau saudara datang ke rumah saya di Jakarta, ada patung Mustafa Kemal Ataturk di kantor saya, di rumah saya,” sebutnya.

Reaksi Guru Besar Unair

Pernyataan tersebut menuai tanggapan dari Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto.

Ia mempertanyakan pilihan figur yang dijadikan panutan oleh kepala negara.

“Kok yang jadi idola Pak Prabowo bukan pahlawan dari Indonesia?” ucap Henri.

Henri kemudian menyebut sejumlah tokoh nasional yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi bangsa.

“Seperti Panglima Sudirman, Pangeran Diponegoro, Ir Soekarno, Patimura, atau mungkin Gadjah Mada yang berjuang terkait dengan kebesaran Bangsa ini,” bebernya.

Klaim Mustafa Kemal Tak Layak Dijadikan Idola

Ia juga menyoroti sosok Mustafa Kemal Ataturk yang dikenal sebagai tokoh sekuler dari Turki.

“Kenapa harus Mustafa Kemal Attaturk yang tak lain adalah tokoh Sekuler dari Turki?” timpalnya.

Lebih jauh, Henri mempertanyakan apa yang melatarbelakangi pernyataan tersebut.

“Ada apa sebenarnya yang ada di benak presiden kita ini? Apa yang jadi obsesi dirinya setelah berkuasa?” cetus Henri.

Dinamika Politik Prabowo

Ia pun menyinggung dinamika politik Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019 yang dianggap dekat dengan kelompok dan tokoh gerakan politik Islam.

“Lalu kenapa dulu 2014 dan 2019 aktivitas politik Prabowo begitu nampak sangat dekat dan akrab dengan gerakan politik Islam beserta tokoh tokohnya?” imbuhnya.

Kata Henri, reaksi publik yang muncul saat ini menjadi sesuatu yang wajar.

“Dengan demikian, tentu tidak bisa disalahkan jika sekarang publikpun merasa telah dikecewakan,” terangnya.

“Bahkan telah dibohongi oleh ucapan dan perilaku pak Prabowo dan para pimpinan puncak politik negeri ini. Apa tidak demikian?” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY