Rektor Universitas Paramadina: Polisi Adalah ‘Bandit’ Berseragam Sebagian!

RAKYATDAILY.COM – Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, melontarkan kritik tajam terhadap institusi kepolisian menyusul mencuatnya dugaan aliran dana narkotika yang menyeret Kapolres Bima Kota.

Melalui akun media sosial pribadinya, Didik menulis pernyataan yang langsung memantik perhatian publik: “Polisi adalah bandit berseragam sebagian.”

Pernyataan tersebut disampaikan Didik dengan merujuk pada pemberitaan Media Indonesia yang mengangkat kasus Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro.

Dalam laporan itu disebutkan adanya dugaan penerimaan aliran dana dari jaringan narkotika, yang kembali membuka persoalan lama tentang aparat penegak hukum yang terjerat pusaran bisnis gelap.

Menurut Didik, kasus tersebut bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan masalah sistemik yang belum sepenuhnya terselesaikan di tubuh aparat penegak hukum.

Ia menilai praktik penyimpangan yang melibatkan aparat menjadi ancaman serius bagi kepercayaan publik.

“Kalau aparat penegak hukum justru masuk dalam lingkaran kejahatan, maka wibawa hukum runtuh,” tulisnya.

Pernyataan itu segera menuai beragam respons dari warganet.

Sebagian mendukung sikap kritis Didik sebagai bentuk kontrol sosial terhadap institusi negara.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu general dan berpotensi melukai aparat kepolisian yang bekerja secara profesional.

Kasus dugaan aliran dana narkotika yang menyeret pejabat kepolisian ini kembali memantik diskursus publik mengenai reformasi Polri.

Sejumlah pengamat hukum dan tata kelola pemerintahan menilai bahwa transparansi dan penegakan hukum internal menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak kepolisian terkait respons atas kritik yang dilontarkan Rektor Paramadina tersebut.

Isu ini diperkirakan akan terus bergulir, mengingat sensitivitas publik terhadap integritas aparat penegak hukum di tengah maraknya kasus narkotika dan korupsi yang melibatkan oknum aparat.

Sumber: MoneyTalk

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY