Ribuan Relawan dari 100 Negara Siap Tembus Gaza, Tantang Genosida dan Kelaparan!

DEMOCRAZY.ID – Ketika negara-negara memilih diam, rakyat dunia justru bergerak.

Global Sumud Flotilla (GSF) mengumumkan intervensi kemanusiaan sipil terbesar dalam sejarah untuk Gaza, melalui armada laut dan konvoi darat yang akan berangkat serentak pada 29 Maret 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers internasional pada Kamis (5/2/2026), di Nelson Mandela Foundation, Johannesburg, Afrika Selatan, sebuah tempat simbolik yang merepresentasikan warisan perlawanan global terhadap apartheid dan ketidakadilan struktural.

Diperkirakan lebih dari 3.000 relawan dari lebih 100 negara akan dikerahkan melalui jalur laut dan darat, mulai dari dokter, perawat, insinyur, pendidik, hingga penyelidik kejahatan perang, dalam respons non-kekerasan terhadap blokade, kelaparan massal, dan kehancuran sistematis kehidupan sipil di Gaza.

“Inilah musuh yang sedang kita hadapi. Bukan seorang individu. Ini adalah cara hidup yang menentukan masa depan bangsa lain,” kata Saif Abukeshek, Komite Pengarah GSF di Nelson Mandela Foundation, Johannesburg, Afrika Selatan.

Saif Abukeshek menegaskan, misi tersebut bukan aksi simbolik, melainkan intervensi nyata berbasis hukum internasional dan penolakan terhadap normalisasi penderitaan rakyat Palestina.

Cucu Nelson Mandela, Nkosi Zwelivelile “Mandla” Mandela, menyebut tekanan sipil global pernah menjatuhkan apartheid di Afrika Selatan, dan hal yang sama bisa terjadi hari ini.

Menurutnya, tempat pengumuman gerakan bersama aktivis kemanusiaan dunia tersebut menegaskan perjuangan Gaza dipandang sebagai kelanjutan perlawanan global terhadap apartheid dan penindasan.

“Kita berkumpul bersama, dalam Flotila Global Sumud, karena menyadari sebagai suatu kolektif di seluruh dunia kita dapat mengisolasi Israel yang melakukan apartheid, meruntuhkannya, dan menjadikannya jatuh sejalan dengan apa yang kita lakukan terhadap Afrika Selatan yang melakukan apartheid,” tegasnya.

29 Maret 2026 kini diposisikan GSF sebagai garis moral dunia, saat rakyat global memilih bertindak ketika sistem politik gagal melindungi kehidupan.

Nyaris Tembus Gaza

Global Sumud Flotilla adalah koalisi sipil internasional yang menghimpun aktivis kemanusiaan, tenaga medis, akademisi, dan pembela HAM dari berbagai negara untuk menembus pengepungan Gaza melalui jalur laut dan darat.

Gerakan tersebut lahir dari keyakinan ketika negara dan institusi internasional gagal melindungi warga sipil Palestina, rakyat dunia memiliki tanggung jawab moral untuk bertindak secara non-kekerasan.

Nama Sumud, bahasa Arab yang berarti keteguhan dan ketabahan, mencerminkan semangat rakyat Palestina yang bertahan di tengah pengepungan, serangan militer, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Pada tahun lalu, Global Sumud Flotilla sempat berada di titik yang dinilai paling mendekati keberhasilan untuk mencapai Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung.

Armada sipil yang membawa relawan internasional dan logistik kemanusiaan telah bergerak menuju wilayah tujuan sebelum akhirnya diintervensi oleh otoritas pendudukan Zionis Israel.

Intervensi tersebut menghentikan misi di tengah jalan dan kembali menegaskan blokade laut Gaza yang selama ini menjadi sorotan komunitas internasional.

Peristiwa itu memicu kecaman luas dari organisasi masyarakat sipil global dan memperkuat pandangan bahwa akses kemanusiaan ke Gaza masih dikontrol secara ketat, meski krisis di wilayah tersebut terus memburuk.

Alih-alih surut, kegagalan misi tahun lalu justru menjadi titik konsolidasi global.

Dari pengalaman itu, Global Sumud Flotilla memperluas jejaring internasional, memperkuat legitimasi hukum, serta meningkatkan skala partisipasi, hingga akhirnya melahirkan misi Spring 2026 yang kini diproyeksikan sebagai aksi sipil kemanusiaan terbesar dalam sejarah untuk Palestina.

Sumber: Inilah

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY