RAKYATDAILY.COM – Sorotan publik kembali mengarah pada mantan Menpora Dito Ariotedjo, bukan hanya karena posisinya yang ikut terseret dalam penyidikan kasus dugaan penyimpangan kuota haji.
Tetapi juga karena kekayaannya yang menembus angka fantastis.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Dito kepada KPK menunjukkan total aset mencapai Rp282.465.579.658.
Angka itu langsung memancing perhatian, terutama ketika pemberitaan mengenai pemeriksaannya di Gedung Merah Putih KPK mencuat ke permukaan.
Dalam laporan tersebut, Dito tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai sekitar Rp187 miliar yang tersebar di sejumlah wilayah Jakarta.
Selain itu, ia juga memegang surat berharga dengan nilai mencapai Rp89,34 miliar.
Disusul aset kas sebesar Rp13,39 miliar serta berbagai harta bergerak lain yang melengkapi jumlah kekayaannya.
Koleksi kendaraan mewah seperti Toyota Fortuner, Alphard, dan Hyundai Ioniq 5 turut menghiasi daftar hartanya, sementara kewajiban utang tercatat sekitar Rp16,05 miliar.
Di tengah polemik mengenai besarnya kekayaan itu, Dito dipanggil KPK sebagai saksi untuk menjelaskan keterlibatannya dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi pada tahun 2023.
Kunjungan tersebut kini menjadi salah satu titik yang ditelusuri penyidik dalam rangka menguraikan alur komunikasi dan proses yang berujung pada pemberian kuota haji tambahan 20 ribu jamaah oleh Pemerintah Arab Saudi.
Pemeriksaan Dito membuka kembali percakapan publik mengenai jejak diplomasi dan peran para pejabat yang terlibat dalam rombongan tersebut.
Usai pemeriksaan, Dito menjelaskan bahwa pertanyaan penyidik lebih banyak menggali detail agenda pertemuan bilateral ketika mendampingi Presiden Jokowi.
Ia mengingat sejumlah topik yang muncul dalam pertemuan, mulai dari rencana investasi hingga dukungan Arab Saudi terhadap Ibu Kota Nusantara.
Ia menegaskan bahwa isu haji memang menjadi salah satu hal yang selalu muncul dalam setiap pembahasan dengan kerajaan, meski menurutnya tidak ada pembicaraan teknis mengenai kuota.
Hingga kini, KPK masih melanjutkan penyidikan dan menelusuri keterkaitan para pihak yang hadir dalam perjalanan diplomatik tersebut.
Di sisi lain, kekayaan besar Dito tetap menjadi perbincangan hangat karena muncul bersamaan dengan kasus yang sedang bergulir.
Sumber: PojokSatu