RAKYATDAILY.COM – Pemeriksaan terhadap mantan Menpora Dito Ariotedjo kembali menyeret perhatian publik setelah ia dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.
Nama Dito mencuat karena ia ikut dalam rombongan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2023, yang kini menjadi salah satu titik penting penyidikan.
Usai diperiksa hampir dua jam Dito menjelaskan bahwa penyidik KPK menggali detail perjalanan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa fokus pertanyaan banyak mengarah pada apa saja yang dibahas di Riyadh ketika bertemu pejabat tinggi Arab Saudi.
“Secara garis besar memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi, waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi,” ujar Dito kepada wartawan dikutip pojoksatu.id dari CNNIndonesia Jumat (23/1/2026).
Dito menegaskan bahwa pertemuan itu tidak hanya menyentuh soal urusan haji.
Tetapi juga pembahasan lain yang lebih luas, termasuk peluang investasi serta dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia mengingat kembali bahwa suasana pertemuan kala itu berlangsung cair dan penuh antusiasme.
“Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti kalau Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji ya,” kata Dito.
Meski demikian, ia menyebut bahwa pembicaraan tidak mengarah ke teknis kuota haji tambahan, yang kini menjadi inti penyidikan KPK.
Menurutnya, keputusan-keputusan besar yang terjadi kala itu berasal dari diplomasi langsung antara Presiden Jokowi dan pimpinan tertinggi Arab Saudi.
“Tapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi, ya semuanya terlaksana.” dikutip 23/1/2026.
“Dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN. Jadi banyak,” pungkas dia.
Hingga kini KPK masih melanjutkan penyidikan dan menelusuri pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui proses diplomasi dan komunikasi terkait kuota haji tambahan 20 ribu jamaah.
Sumber: PojokSatu