The Institute for Ecosoc Rights: Prabowo Menistakan Bangsa dan Rakyat Sendiri!

RAKYATDAILY.COM – The Institute for Ecosoc Rights melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Lembaga tersebut menilai perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat sarat ketimpangan dan berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Dalam pernyataannya, Ecosoc Rights menyebut pemerintah telah “menistakan bangsa dan rakyatnya sendiri” karena dianggap lebih menguntungkan Amerika Serikat dibanding melindungi kepentingan ekonomi domestik.

Mereka menilai sejumlah klausul dalam kesepakatan perdagangan membuka ruang dominasi produk dan kepentingan asing tanpa perlindungan memadai terhadap industri nasional.

“Alih-alih memperkuat kedaulatan ekonomi, pemerintah justru memilih menyejahterakan Amerika melalui perjanjian yang timpang,” demikian bunyi keterangan resmi Ecosoc Rights, Kamis (26/2/2026).

Lembaga tersebut menyoroti potensi dampak terhadap sektor strategis dalam negeri, mulai dari industri manufaktur, pertanian, hingga UMKM.

Jika akses pasar dan tarif lebih menguntungkan pihak luar, mereka khawatir pelaku usaha nasional akan semakin terdesak oleh produk impor.

Ecosoc Rights juga meminta DPR untuk melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi perjanjian tersebut.

Transparansi dokumen, kajian dampak ekonomi, serta partisipasi publik dinilai menjadi prasyarat penting sebelum kesepakatan dijalankan secara penuh.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan.

Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa kerja sama dagang dengan Amerika Serikat bertujuan memperluas akses pasar ekspor Indonesia dan menarik investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sumber: MoneyTalk

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY