RAKYATDAILY.COM – Kasus keracunan dan temuan belatung di program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan. Namun bagi Hashim Djojohadikusumo, itu hal wajar.
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim itu mengakui MBG masih banyak kelemahan di lapangan. Tapi menurut adik Presiden Prabowo Subianto ini, wajar untuk program baru berskala masif.
“Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung dan sebagainya. Tapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar,” ujar Hashim kepada awak media saat menghadiri acara ABPEDNAS di Hotel Fairmont Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Hashim menegaskan, setiap program besar pasti punya tantangan awal.
MBG baru pertama kali jalan dengan cakupan penerima manfaat sangat luas. Penyesuaian di lapangan tak terhindarkan.
Ia menyebut MBG sebagai program unggulan Prabowo-Gibran.
Tujuannya strategis: tingkatkan gizi anak sekolah, kelompok rentan, hingga atasi stunting.
“Termasuk anak-anak kecil yang mengalami stunting dan banyak halangan-halangan tertentu,” tukasnya.
Hashim juga menyoroti kritik ke MBG. Ia menilai program itu kerap diserang kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks.
“Dan di sini kita lihat bahwa terus terang saja, program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks dan kebohongan. Namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus,” tegasnya.
Pernyataan Hashim muncul di tengah kasus terbaru.
Puluhan murid UPT SDN 7 Rumbia, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, diduga keracunan menu MBG, Kamis 23/4/2026.
Kepala Puskesmas Tompobulu Sudarmi Salawaty membenarkan. Total 23 murid sempat dibawa ke puskesmas.
“10 orang telah dipulangkan setelah menjalani observasi. Sebanyak 13 orang sempat diinfus, hingga tersisa 7 orang yang masih dirawat inap dan enam lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Pratama, Rumbia,” kata Sudarmi, Kamis malam.
Mereka yang dirujuk alami sesak, kejang, lemas karena diare dan sakit perut hebat.
Kepala SDN 7 Rumbia Hj Siti Muliati menyebut gejala muncul usai santap MBG sekitar pukul 09.30 Wita.
“Terindikasi gatal-gatal setelah menyantap MBG yang lauknya dari ikan layang digoreng tepung,” ucapnya.
Gatal muncul di bibir, mulut, telinga, leher, lengan, hingga seperti bisul kemerahan. Bahkan ada guru yang kena.
“Tidak sampai satu jam, ada sementara menyantap sudah langsung kena gatal-gatal,” imbuhnya.
Hampir seluruh kelas terdampak, mayoritas kelas 6. Ada murid yang baru muncul gejala setiba di rumah, lalu diberi air kelapa sebelum dibawa ke puskesmas.
Sumber: Fajar