Resmi Dihapus! KAI Buang Nama Argo Bromo Usai Tragedi Berdarah, Ternyata Ini Alasan di Balik Nama KA Anggrek

RAKYATDAILY.COM – Usai terlibat dalam kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) lalu, KA Argo Bromo Anggrek akan berganti nama menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui Instagram resmi PT KAI.

“Bukan sekadar perubahan nama, tapi juga wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalananmu,” ungkap PT KAI dalam unggahan Instagram @kai121_, Selasa (5/5/2026).

Pergantian nama ini menjadi yang pertama kalinya sejak KA Anggrek Bromo mulai beroperasi tahun 1997. Transformasi ini pun menjadi awal baru bagi kereta api legendaris ini.

Untuk mengenang perjalanan KA Argo Bromo Anggrek, berikut adalah sejarah dan perkembangan KA Argo Bromo Anggrek beserta deretan kecelakaan yang pernah dialaminya.

Sejarah dan Perkembangan KA Argo Bromo Anggrek

Dirangkum dari laman PT Inka dan artikel dari Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan oleh Suprihatmi Sri Wardiningsih, PT Kereta Api (KAI) mengalami perkembangan yang cukup pesat pada tahun 1990-an setelah mengoperasikan kereta api komersial kelas eksekutif, seperti Argo Bromo dan Argo Gede.

Kedua kereta tersebut diluncurkan pada 31 Juli 1995 dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-50.

KA Argo Bromo yang menjadi cikal bakal KA Argo Bromo Anggrek dikenal sebagai JS-950 dan melayani rute Jakarta Gambir – Surabaya Pasar Turi.

Nama tersebut diambil dari rute Jakarta-Surabaya, durasi perjalanan (9 jam), dan usia Indonesia di tahun tersebut (50 tahun).

Durasi perjalanan kereta ini cukup cepat dan belum pernah dicapai oleh kereta KAI sebelumnya, sehingga KA Argo Bromo menjadi prestasi baru bagi PT KAI.

Menyusul kesuksesan Argo Bromo, PT KAI pun kembali meluncurkan kereta api kelas eksekutif baru yang dinamai Argo Bromo Anggrek.

Kereta ini diluncurkan pada 24 September 1997 dan menjadi pengembangan dari KA Argo Bromo.

KA Argo Bromo Anggrek dikenal dengan nama JS-852. Layaknya KA Argo Bromo, nama ini juga berkaitan dengan rute, durasi, dan usia Indonesia.

JS berarti rute Jakarta-Surabaya, 8 berarti durasi perjalanan 8 jam, dan 52 menunjukkan usia Indonesia tahun itu (52 tahun).

KA Argo Bromo Anggrek (ABA) memiliki tampilan dan fasilitas yang lebih elegan dan nyaman dibanding pendahulunya.

Goncangan kereta ini menjadi lebih halus karena menggunakan pegas udara. Selain itu, kereta ini juga menggunakan bogie dengan tipe K9 atau Bolterless Bogie dengan lisensi ALSTOM.

Kereta ini juga memiliki badan yang agak melebar di tengah dan kaca dengan warna gelap. Kaca gelap yang memanjang ini pun menjadi salah satu ciri khas rangkaian kereta ini.

Ciri khas lainnya juga terdapat pada warna cat putih dengan stripping merah muda serta gambar bunga anggrek.

Interior KA ABA juga lebih elegan dan futuristik dibandingkan kereta generasi sebelumna.

Selain itu, kursi yang digunakan juga dilengkapi sandaran kaki, sehingga dapat membuat penumpang lebih nyaman dan rileks selama dalam perjalanan.

Selain desain badan dan interior yang apik, KA ABA juga memiliki keunggulan pada harga tiketnya. Sebagai kereta eksekutif, tentunya KA ABA menyasar konsumen kelas menengah ke atas.

Meski demikian, harga tiket KA ABA pada awal peluncurannya tergolong lebih terjangkau dibanding transportasi udara, yaitu berkisar antara Rp 185 ribu-250 ribu. Tarif ini jauh di bawah harga tiket pesawat Jakarta-Surabaya yang umumnya seharga Rp 700 ribu.

Tarif tersebut membuat KA ABA dapat menjadi salah satu pilihan transportasi premium dengan harga lebih terjangkau pada masanya.

Setelah peluncuran KA ABA, rangkaian KA Argo Bromo pun dialihkan untuk KA Bima dengan rute yang sama tetapi melalui jalur Jogja Purwokerto. Adapun rangkaian KA ABA sempat digunakan pula untuk layanan KA Argo Lawu dengan rute Solo-Jakarta.

Namun, rangkaian tersebut kerap mengalami anjlok, sehingga akhirnya dimutasi ke Semarang dan digunakan untuk KA Argo Sindoro atau KA Argo Muria II dengan rute Semarang-Jakarta.

Tahun 2010, dilakukan perbaikan dan retrofit terhadap rangkaian KA ABA. Proses tersebut mengubah warna stripping kereta ini menjadi warna ungu. Bagian interiornya sendiri tidak berubah secara signifikan, tetapi diperbaiki hingga tampak seperti baru.

Pada perkembangannya, KA ABA kerap mengalami anjlok. Salah satunya adalah peristiwa anjlok yang terjadi di Stasiun Manggarai pada 2010 hingga menyebabkan kereta terguling. Kejadian anjlok yang kerap terjadi membuat rangkaian KA ABA sempat ditarik dan diperbaiki.

Perubahan pun dilakukan terhadap KA ABA selama beberapa kali, termasuk perubahan terhadap bogie, kursi, dan beberapa bagian kereta lainnya.

Meski memiliki catatan buruk, KA ABA juga memiliki prestasi sebagai salah satu kereta api tercepat.

Berdasarkan unggahan Instagram @kai121_, percepatan waktu tempuh diterapkan terhadap beberapa kereta, termasuk KA ABA. Hasilnya, KA ABA mencatatkan durasi perjalanan Jakarta-Surabaya selama 8 jam 10 menit.

Daftar Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek kerap mengami anjlok. Selain itu, KA Argo Bromo Anggrek juga pernah terlibat dalam sejumlah kecelakaan, termasuk kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur (27/4/2026) lalu.

Berikut adalah deretan kecelakaan yang pernah dialami KA Argo Bromo Anggrek yang dirangkum dari laman detiknews.

  • 19 Juni 2009: Gerbong pembangkit KA Argo Anggrek jurusan Gambir-Surabaya terbakar saat menuju Stasiun Cikampek.
  • 2 Oktober 2010: Kecelakaan KA Argo Anggrek dengan KA Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Kejadian ini menyebabkan gerbong KA Senja Utama terguling hingga menyebabkan puluhan orang tewas dan banyak penumpang luka-luka.
  • 11 November 2015: KA Argo Bromo Anggrek anjlok di Subang setelah menabrak truk boks yang mogok di tengah perlintasan.
  • 27 April 2026: KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
    1 Mei 2026: KA Argo Bromo Anggrek tabrak mobil Toyota Avanza di Grobogan, Jawa Tengah.

Demikian ulasan tentang sejarah dan perkembangan KA Argo Bromo Anggrek beserta deretan kecelakaannya. Semoga bermanfaat, Lur!

Sumber: Detik

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY