Saling Sindir ‘Jenderal Baliho’, Dudung Abdurachman Ajak HRS Cooling Down: Kita Sudah Tua!

RAKYATDAILY.COM – Hubungan antara Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, dengan Rizieq Shihab kembali jadi sorotan publik.

Setelah sempat dijuluki “Jenderal Baliho” oleh sang Imam Besar FPI, Dudung akhirnya memberikan respons yang cukup deep namun tetap santai.

Bertempat di kantor KSP, Selasa 5 Mei 2026)mantan KSAD ini menegaskan bahwa secara pribadi ia tidak memiliki masalah dengan Rizieq.

Kriteria Ulama Menurut Sang Jenderal

Dudung menanggapi narasi Rizieq yang menyebutnya sebagai pembisik di balik pernyataan Presiden Prabowo soal “pindah ke Yaman”.

Baginya, seorang tokoh yang disebut ulama seharusnya menjadi oase ketenangan di tengah masyarakat, bukan justru memicu kegaduhan atau menyebar narasi negatif di ruang publik.

“Ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk. Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut,” tegas Dudung Abdurachman.!

Tidak Masalah Dijuluki Jenderal Baliho

Terkait label “Jenderal Baliho” yang kembali diviralkan, Dudung menanggapinya dengan kepala dingin. Ia mengingatkan kembali memori tahun 2020 saat dirinya menjabat Pangdam Jaya.

Kala itu, ia memerintahkan penurunan baliho FPI karena organisasi tersebut sudah dibekukan dan narasinya dinilai mengganggu persatuan bangsa.

Dudung menekankan bahwa tindakannya saat itu adalah koordinasi resmi bersama Polri dan Pemerintah Provinsi, bukan aksi personal.

Ia pun menampik tudingan Rizieq yang menyebutnya sebagai pemberi bisikan “Yaman” kepada Presiden.

Ajakan Membangun Bangsa Tanpa Provokasi

Mengingat konstelasi politik yang sudah mulai stabil, Dudung mengajak semua pihak, termasuk Rizieq Shihab, untuk berhenti menyebar permusuhan.

Ia mengingatkan faktor usia yang seharusnya membuat kedua belah pihak lebih bijak dalam bersikap demi masa depan generasi muda.

“Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi. Mari kita sama-sama, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga,” tambahnya.

Sumber: Konteks

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY