Amien Rais Wakili Amarah Rakyat! Pengamat Sebut Kendali Kekuasaan Bergeser: Prabowo Hanya Simbol, Teddy Yang Berkuasa?

RAKYATDAILY.COM – Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, kembali berkomentar terkait pernyataan tokoh senior Amien Rais yang menyasar Seskab Teddy Indra Wijaya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, dan Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengkritik pernyataan Amien Rais.

Bahkan, mereka menganggap bahwa tidak seharusnya hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Teddy diusik ke publik.

Ketiga politikus itu pun memberikan isyarat agar Ketua Majelis Syuro Partai Ummat tersebut meminta maaf secara terbuka.

Heru: Itu Hal Menjijikkan

Menanggapi hal tersebut, Heru mengatakan bahwa apa yang dipertontonkan ketiga politikus itu merupakan sesuatu yang menjijikkan.

“Bagaimana mereka menunjukkan kepatuhannya terhadap penguasa saat ini. Saya menyebut penguasa saat ini bukan Prabowo, namun Teddy,” ujar Heru, Selasa, 5 Mei 2026.

Dikatakan Heru, perlawanan dari Amien Rais sangat jelas mewakili kegelisahan masyarakat Indonesia.

“Secara pribadi, kami menyoroti khususnya Viva Yoga yang justru pernyataannya sangat berlawanan dan juga melukai habitat PAN yang diklaim masih ber-DNA reformasi,” tukasnya.

Ia menegaskan bahwa Viva Yoga mestinya menjadi benteng terakhir bagi identitas PAN yang diklaim memiliki DNA reformasi.

“PAN saat ini krisis ideologis, afiliasi politik terhadap keilmuan, hanya ada Viva Yoga, dan saya mengatakan bahwa betul-betul hancurlah PAN,” sesalnya.

Lanjut dia, maraknya elite partai termasuk PDIP, disusul Sekjen PKB, secara tidak langsung membelokkan substansi.

“Apa yang disampaikan mereka, ini tidak lebih mencerminkan upaya menjilat,” cetusnya.

Bagi-bagi Kue Diduga Jadi Alasan

Blak-blakan, jebolan Fisipol UGM ini menduga bahwa sikap ketiga politikus itu dipengaruhi oleh bagi-bagi kue yang disaksikan pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Karena mendapat jatah menteri dan wamen, tentunya spirit dan dinamika pembelaan terhadap Teddy lebih didasarkan pada aspek politik ketimbang alasan yang mereka kemukakan dengan mengatasnamakan demokrasi dan lain-lain,” timpalnya.

“Siapa sebenarnya Teddy ini hingga melahirkan konfrontasi yang sangat organik dan terorganisir,” sambung dia.

Ia menegaskan, pernyataan Amien Rais itu dikeluarkan semata-mata karena ingin melihat perubahan, pemerintah yang lebih profesional.

“Salah satunya adalah Teddy, tentunya serangan ini tidak memberikan petunjuk bagi Amien Rais untuk membuat pemerintahan terseret dalam pemberontakan, kudeta, dan sebagainya,” tandasnya.

Heru bilang, dengan melihat percakapan di medsos, publik bisa melihat sendiri begitu banyaknya yang setuju dengan apa yang dilakukan Amien Rais.

“Bahkan Amien Rais disebut sosok yang mewakili apa yang terpendam secara emosional dan politik,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY