Skandal Gila Dinasti Duterte! Dari Aksi Tonjok Petugas Hingga Sumpah Bunuh Sang Presiden

RAKYATDAILY.COM – Ambisi Sara Duterte untuk mengikuti jejak ayahnya, Rodrigo Duterte menuju kursi presiden Filipina menghadapi ancaman serius setelah dirinya kembali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Filipina.

Wakil Presiden Filipina itu dituduh menyalahgunakan dana publik serta memiliki kekayaan yang dipertanyakan asal-usulnya.

Namun, tuduhan yang paling menyita perhatian berkaitan dengan pernyataannya yang dianggap mengancam Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya.

Mengutip The Guardian, Selasa (12/5/2026), konflik politik antara keluarga Duterte dan Marcos kini berkembang menjadi pertarungan elite terbesar di Filipina menjelang Pemilu 2028.

Persaingan dua dinasti politik itu bahkan disebut semakin tajam dengan penggunaan jalur hukum sebagai senjata politik.

Sosok Sara Duterte dan Jejak Politiknya

Sara Duterte merupakan putri sulung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sebelum masuk politik, ia berprofesi sebagai pengacara.

Karier politiknya dimulai di Davao City, basis kekuatan keluarga Duterte di Filipina selatan.

Sara sempat menjabat Wakil Wali Kota Davao sebelum menggantikan ayahnya sebagai wali kota pada 2010.

Di dunia politik Filipina, Sara dikenal memiliki gaya kepemimpinan keras dan populis yang dianggap mirip dengan Rodrigo Duterte.

Ia juga membangun citra sebagai figur tegas yang dekat dengan masyarakat akar rumput.

Namanya mulai dikenal luas secara internasional setelah insiden pada 2011 ketika ia memukul seorang petugas pengadilan saat sengketa pembongkaran kawasan kumuh di Davao.

Peristiwa itu membuat Sara mendapat julukan ‘the slugger’.

Selain dikenal gemar mengendarai motor besar, Sara Duterte juga sempat menjadi salah satu kandidat paling populer menjelang Pemilu Filipina 2022.

Pada akhirnya, ia memilih maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., putra mantan Presiden Ferdinand Marcos.

Koalisi ‘UniTeam’ saat itu berhasil memenangkan pemilu, meski menuai kritik dari kelompok prodemokrasi karena dianggap memperkuat politik dinasti di Filipina.

Pendukung Sara menilai dirinya memiliki kemampuan manajerial yang kuat dan pengalaman memimpin Davao City.

Namun para pengkritiknya mengaitkan keluarga Duterte dengan kebijakan perang narkoba kontroversial yang menimbulkan ribuan korban jiwa pada era Rodrigo Duterte.

Kontroversi Ancaman terhadap Ferdinand Marcos Jr.

Kontroversi terbesar Sara Duterte terjadi pada November 2024 ketika ia mengaku telah berbicara dengan seseorang untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr. apabila dirinya dibunuh.

Dalam konferensi pers daring, Sara menyebut target ancaman itu juga mencakup Ibu Negara Liza Araneta-Marcos serta Ketua DPR Martin Romualdez.

Pernyataan tersebut langsung mengguncang politik Filipina. Aparat keamanan kemudian memperketat pengamanan presiden dan menyebut ucapan Sara Duterte sebagai ancaman aktif terhadap kepala negara.

Belakangan, Sara membantah tuduhan ancaman pembunuhan. Ia mengklaim pernyataannya hanya bersifat hipotetis dan muncul karena dirinya merasa terancam.

Kasus tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemakzulan terhadap dirinya di parlemen Filipina.

Konflik Duterte vs Marcos Memanas

Hubungan politik Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. yang awalnya solid mulai retak setelah pemerintahan berjalan.

Perseteruan keduanya berkembang menjadi perang politik terbuka antara dua keluarga paling berpengaruh di Filipina, yakni klan Marcos dan Duterte.

Selain konflik politik, Sara Duterte juga menghadapi sorotan terkait dugaan penyalahgunaan dana rahasia di kantor wakil presiden dan kementerian pendidikan Filipina.

Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut menjadi salah satu alasan utama parlemen mengajukan impeachment terhadap dirinya.

Di tengah berbagai kontroversi itu, Sara Duterte tetap memiliki basis pendukung kuat, terutama di wilayah selatan Filipina.

Banyak pendukungnya masih melihat Sara sebagai figur tegas yang mampu melawan elite politik Manila.

Sumber: Suara

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY