Manuver Maut JK: Dinasti Jokowi Bakal ‘Runtuh’ Total di 2029?

RAKYATDAILY.COM – Trah mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi diprediksi akan berakhir pada Pilpres 2029 akibat banyaknya persoalan yang membuat mayoritas publik tidak lagi bersimpati kepada keluarga asal Solo, Jawa Tengah, itu.

Hal ini terungkap dalam Obrolan Sabtu Seru bertajuk “JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029” yang diselenggarakan Obor Rakyat Reborn di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).

Acara yang dipandu Pemred Obor Rakyat Reborn Setiyardi Budiono ini menghadirkan empat narasumber, yakni Praktisi Hukum Ahmad Khozinuddin; Pakar Komunikasi Prof. Lely Ariani; eks Penasehat Spiritual Jokowi, Sri Eko Sriyanto Galgendu; dan mantan Waketum Pro Jokowi (Projo) Budiyanto Tarigan.

Acara ini didasarkan pada kasus mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang membuat gabungan 40 Ormas Islam melaporkan tiga politisi PSI, yakni Ade Armando, Grace Natalie dan Permadi Arya alias Abu Janda, ke Bareskrim Polri dengan tuduhan penyebaran kabar bohong, provokasi dan penghasutan.

Kasus berawal ketika Ade Armando memotong video ceramah JK di Masjid Universitas UGM pada 5 Maret 2026, dan mempostingnya di akun YouTube CokroTV.

Pemotongan video itu membuat JK dilaporkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dengan tuduhan penistaan agama.

“Kalau video itu ditonton secara utuh, konteks ceramah Pak JK adalah strategi penanganan konflik di wilayah konflik, seperti Poso, Aceh, Ambon, dan lain-lain. Jadi, konteksnya Beliau menceritakan pengalamannya dalam penanganan konteks itu, sama sekali tidak menistakan agama,” kata Budiyanto Tarigan.

Ia melihat apa yang dialami JK itu ada kaitannya dengan persaingan untuk di Pilpres 2029.

“Saya melihat mulai intensif persaingannya,” kata dia

Hal senada dikatakan Lely. Namun, ia mengatakan bahwa PSI yang sejak Pilpres 2024 telah dinyatakan sebagai partainya Jokowi, tidak akan dapat berbicara banyak di Pilpres 2029, karena pada Pemilu 2024, partai itu tidak mendapat kursi di Senayan.

“Itu waktu Pak Jokowi masih presiden, apalagi di 2029 di mana Jokowi bukan lagi presiden,” katanya.

Ia menilai, PSI yang kabarnya akan menjadi kendaraan bagi Gibran untuk maju di Pilpres 2029, akan tenggelam karena dari kasus yang dialami JK, publik dapat membaca bahwa kader-kader PSI memecah belah anak bangsa dengan memainkan isu agama.

“Ini fatal,” katanya.

Eko Galgendu juga memiliki kesan negatif atas perilaku Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda, karena kata dia, JK termasuk orang yang membawa Jokowi ke Jakarta dan ikut menjadikannya sebagai gubernur Jakarta melalui Pilkada Jakarta 2012.

“Kalau tidak bersama JK, Jokowi juga tidak akan jadi presiden (melalui Pilpres 2014),” katanya

Namun ketika ditanya bagaimana penerwangnanya tentang trah Jokowi di 2029, Eko mengatakan bahwa ketika dia menjadi penasehat spiritual Jokowi, yang dia lakukan bukan melakukan penerawangan atau yang sejenisnya, melainkan memberikan nasehat dan masukan-masukan yang bersifat spiritual.

Dan terkait bagaimana nasib trah Jokowi, kata Eko, yang bisa menentukan adalah Jokowi sendiri.

“Tapi masalahnya dia telah “memotong” orang-orang yang berjasa kepadanya, termasuk JK. Jadi, saya kira kemungkinan trahnya tidak bisa tumbuh. Siapa yang menentukan nasib trah Jokowi, Jokowi sendiri tapi masalahnya dia telah memotong orang-orang yang berjasa alias nyungsep!” katanya.

Budiyanto Tarigan juga mengatakan bahwa Jokowi bisa saja terkena efek kasus JK.

“Jokowi salah pilih figur, salah pilih lawan. Lagipula apa yang bisa diharapkan dari Gibran? Trah Jokowi sudah tidak relevan,” tegasnya.

Sumber: HarianUmum

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY