RAKYATDAILY.COM – Guru Besar FISIP Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto menanggapi analisis Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto hingga menyebut adanya persoalan mental dalam kepemimpinan nasional.
Menurut Henri, publik sebenarnya tengah menyaksikan karakter dan gaya kepemimpinan Prabowo yang sejak lama sudah diketahui oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
“Bagi saya semua keadaan dan karakter Pak Prabowo yang kita lihat sekarang ini pasti sudah dipantau lama dan dipertimbangkan matang oleh Pak Jokowi. Hingga diputuskannya memilih dan mendukung Pak Prabowo menjadi penggantinya sebagai presiden, mendampingi anaknya, adalah untuk memuluskan skenario politik yang sudah diperhitungkan matang sebelum publik melihat kelemahan dan keanehan Pak Prabowo,” kata Henri dalam pernyataannya, Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah polemik kritik mahasiswa terhadap pemerintahan Prabowo yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Sebelumnya, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi sorotan usai melontarkan kritik keras kepada Prabowo terkait sejumlah kebijakan pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam perkembangannya, Tiyo sempat meminta maaf dan menegaskan kritiknya bukan serangan personal, melainkan kritik terhadap tata kelola pemerintahan.
Ia juga mengaku mengalami intimidasi dan ancaman setelah pernyataannya viral di media sosial.
Henri sendiri sebelumnya dikenal sebagai akademisi yang cukup kritis terhadap pemerintahan Prabowo.
Ia pernah mengingatkan bahaya budaya “asal bapak senang” atau ABS di sekitar kekuasaan yang menurutnya bisa membuat pemerintahan kehilangan kemampuan menerima kritik secara sehat.
Menurut Henri, dalam sistem demokrasi kritik merupakan bagian penting agar negara tidak berjalan dalam ruang gema kekuasaan semata.
Ia juga menilai situasi politik saat ini menunjukkan adanya konsolidasi kekuasaan yang semakin kuat antara elite pemerintahan dan koalisi besar pendukung pemerintah.
Di sisi lain, pemerintahan Prabowo terus menjadi perhatian publik akibat berbagai kebijakan strategis yang menuai pro dan kontra, termasuk evaluasi terhadap program MBG yang belakangan diakui masih memiliki banyak kekurangan.
Sumber: RadarAktual