RAKYATDAILY.COM – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, melontarkan kritik paling tajam dan konfrontatif terhadap suksesornya, Presiden Donald Trump.
Dalam sebuah pidato yang berapi-api, Biden tanpa ragu melabeli Trump sebagai sosok yang narsis, korup, tidak kompeten, dan menyebutnya sebagai seorang “pecundang”.
Serangan verbal yang masif ini disampaikan Biden saat menghadiri acara penggalangan dana internal Partai Demokrat yang digelar di Maryland pada Sabtu (27/6/2026).
Pidato ini disebut-sebut oleh berbagai pengamat politik sebagai kritik paling keras dan terbuka yang pernah dilepaskan Biden sejak ia resmi purnatugas dan meninggalkan Gedung Putih.
Di hadapan para donor dan simpatisan Partai Demokrat, Biden menilai bahwa pemerintahan di bawah kendali Trump saat ini sama sekali tidak mencerminkan kepentingan rakyat, melainkan hanya bergerak demi memuaskan ambisi pribadi sang presiden.
Ia bahkan membeberkan sejumlah kebijakan dan proyek kontroversial yang dinilainya hanya bertujuan untuk memuja ego Trump semata.
“Bukan hanya proyek-proyek untuk memuaskan egonya, seperti merobohkan Sayap Timur Gedung Putih demi membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri, bahkan mempekerjakan tukang kolam renang pribadinya untuk memperbaiki kolam refleksi. Wah! Benar-benar pecundang,” ujar Biden disambut riuh para hadirin.
Tidak berhenti di situ, Biden juga menuding bahwa kabinet dan lingkaran dalam Trump saat ini tengah dipenuhi oleh praktik korupsi yang dilakukan secara vulgar di ranah publik.
Biden menegaskan bahwa skala penyelewengan yang terjadi saat ini tidak pernah memiliki sejarah padanannya dalam garis waktu pemerintahan modern Amerika Serikat.
“Yaitu korupsi, korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu. Korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika,” lanjut Biden dengan nada tinggi.
Salah satu poin krusial yang juga disorot tajam oleh Biden adalah rencana kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai kontroversial, yakni pemberian kompensasi atau pengampunan bagi para pelaku kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 silam.
Biden memandang langkah tersebut sebagai penghinaan terhadap penegakan hukum dan demokrasi di AS.
Menurutnya, para pelaku makar tersebut justru harus menghadapi konsekuensi hukum yang seberat-beratnya.
“Orang-orang ini tidak pantas mendapatkan kompensasi. Mereka pantas dijebloskan ke penjara untuk waktu yang sangat, sangat, sangat lama,” tegas Biden disambut tepuk tangan riuh.
Hingga berita ini diturunkan, baik Donald Trump secara pribadi maupun pihak juru bicara Gedung Putih masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan verbal dari mantan presiden tersebut.
Di sisi lain, manuver Biden yang kian aktif menghadiri berbagai agenda politik Partai Demokrat ini disinyalir kuat sebagai langkah konsolidasi partai menjelang kontestasi pemilu berikutnya.
Kendati tampil agresif di podium, Biden sendiri sebenarnya tengah menghadapi tantangan domestik yang cukup berat terkait persepsi publik terhadap dirinya.
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh CNN bersama lembaga survei SSRS, popularitas dan tingkat citra positif (favorable rating) Biden kini merosot tajam hingga menyentuh angka 10%.
Angka tersebut tercatat sebagai rekor terendah bagi Biden, bahkan jika dibandingkan dengan masa-masa sulit saat ia masih aktif menjabat sebagai orang nomor satu di AS.
Situasi ini menandakan bahwa meskipun Biden berusaha keras menggalang kekuatan oposisi melawan Trump, ia masih harus berjuang ekstra keras untuk memulihkan kepercayaan publik Amerika terhadap figur kepemimpinannya.