RAKYATDAILY.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pemimpin dunia dalam ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, sontak menjadi sorotan internasional.
Di forum itu, Prabowo memaparkan perkembangan terbaru program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini disebut tumbuh jauh lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia berhasil membangun ribuan dapur produksi yang tersebar di seluruh wilayah hanya dalam waktu satu tahun.
“Saat ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta makanan.”
“Makanan untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari,” ungkap Prabowo dikutip pojoksatu.id dari detikews 23/1/2026
Data itu sejalan dengan laporan resmi yang sebelumnya dirilis pemerintah dan dikutip sejumlah media nasional seperti Kompas serta Antara.
Program MBG tercatat tumbuh dari sekitar 570 ribu porsi per hari pada awal 2025 menjadi hampir 60 juta porsi harian memasuki 2026.
Angka tersebut menjadikan MBG sebagai salah satu program distribusi pangan terbesar yang pernah dijalankan Indonesia.
Namun bagian pidato Prabowo yang paling menyita perhatian adalah ketika ia membandingkan kapasitas MBG dengan jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia.
“Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui angka 68 juta makanan per hari milik McDonald’s,” ujarnya, 23/1/2026
Pernyataan itu langsung memicu respons beragam dari peserta forum.
Beberapa delegasi disebut terkejut melihat skala program yang berkembang begitu cepat.
Sementara sebagian lainnya menilai langkah Indonesia dapat menjadi model baru bagi negara berkembang dalam merancang program gizi berskala nasional.
Hingga kini, pemerintah masih terus menambah kapasitas dapur MBG di berbagai daerah.
Indonesia berpotensi menjadi negara dengan program penyediaan makan harian terbesar di dunia.
[VIDEO]
Sumber: PojokSatu