Pernyataan Lawas Prabowo Ini Mendadak Viral, Bongkar Taktik Rahasia Runtuhkan Negara dalam Sekejap!

RAKYATDAILY.COM – Pernyataan lawas Prabowo Subianto sebelum jadi presiden kembali mengemuka. Tepatnya saat dia mengutip mantan Pemimpin Pertama Negara Rusia, Vladimir Lenin dalam menjawab isu melemahnya rupiah.

Video pernyataan itu salah satunya dibagikan akun Threads thehappening.club.

Peristiwanya, saat wawancara dalam Sarasehan 100 Ekonom 2023, Rabu (8/11/2023).

Mulanya, dia ditanya soal melemahnya rupiah. Dia pun menjawab dengan mengutip Lenin yang merupakan pendiri Partai Komunis Rusia.

“Moneter, masalah uang, kalau tidak salah Lenin pernah mengatakan kalau mau menghancurkan suatu negara maka hancurkanlah mata uangnya,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Prabowo mengatakan dirinya akan mempertahankan ekonomi Indonesia. Jika terpilih sebagai Presiden ke-8 RI.

“Kalau kita mau mempertahankan kedaulatan, maka harus punya pertahanan ekonomi,” ungkapnya.

Rakyat Desa Tak Pakai Dolar

Baru-baru ini, Prabowo disoroti gara-gara pernyataannya menanggapi santai pelemahan rupiah. Padahal menyentuh Rp17.600 per dolar AS.

justru menyindir pihak yang terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan krisis hanya karena kurs melemah.

“Ada yang selalu, entah apa saya nggak ngerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps. Akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dolar begini,” ujar Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo menilai kepanikan soal pelemahan rupiah berlebihan. Menurutnya, mayoritas masyarakat, terutama di desa, tidak bertransaksi pakai dolar.

“Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujarnya.

Orang Desa Justru Paling Rentan

Pernyataan itu pun menuai polemik dan kritikan tajam publik.

Ekonom dari Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, menilai masyarakat desa justru menjadi kelompok paling rentan terhadap pelemahan rupiah kendati tak menggunakan dolar secara langsung.

Dia menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah terjadi melalui rantai pasok kebutuhan sehari-hari seperti pupuk impor, solar, pakan ternak, obat generik, hingga bahan pangan seperti kedelai, gula, dan gandum.

Menurut Yusuf, kenaikan harga barang dapat menekan daya beli masyarakat desa karena pengeluaran rumah tangga meningkat sementara pendapatan tetap.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY