RAKYATDAILY.COM – Gelombang penindakan terhadap aparat peradilan dalam satu tahun terakhir menjadi sorotan nasional.
Sepanjang 2025, lima hakim terseret skandal suap minyak goreng (migor) oleh Kejaksaan Agung.
Setelah itu, awal 2026, KPK kembali melakukan OTT terhadap hakim PN Depok. Berikut rangkuman lengkap per nama beserta tanggal kejadiannya.
Pada 14 April 2025, Kejaksaan Agung menetapkan Muhammad Arif Nuryanta sebagai tersangka utama suap vonis migor.
Reuters dan Detikcom melaporkan bahwa Arif diduga meminta Rp60 miliar untuk memengaruhi putusan ontslag tiga perusahaan migor besar.
Kasus ini menjadi pembuka gelombang penindakan terhadap hakim lainnya.
Tanggal 14 April 2025 Rilis Resmi Kejagung di hari yang sama, ABS turut diumumkan sebagai tersangka dalam skema pengaturan putusan perkara migor.
Kejagung menemukan bukti aliran dana yang diterima ABS sebagai bagian dari rekayasa putusan.
Kasus ABS memperluas wilayah penyidikan ke PN Jakarta Pusat.
Tanggal 14 April 2025 (Penetapan Bersama 3 Hakim Lain) Hakim ad hoc AM juga masuk daftar tersangka pada 14 April 2025.
Ia diduga menerima uang dan memberikan persetujuan terhadap rancangan amar putusan.
Posisi AM sebagai hakim ad hoc menjadikan keterlibatannya sangat disorot karena lembaga Tipikor seharusnya menjadi benteng antikorupsi.
Tanggal 14 April 2025 (Penetapan Tersangka) Hakim DJU menjadi tersangka berikutnya setelah penyidik menemukan bukti komunikasi dan dana terkait pengaturan putusan.
Dengan masuknya DJU, jumlah hakim yang terseret dalam hari yang sama mencapai empat orang. Kejagung menyebutnya sebagai rekayasa putusan berskala besar.
Tanggal 14–20 April 202 dikutip pojoksatu.id Reuters melaporkan bahwa selain empat hakim tersangka.
Terdapat satu hakim tambahan yang turut diamankan dalam rangkaian pemeriksaan pertengahan April 2025.
Identitasnya belum dipublikasikan karena masih berada dalam proses pendalaman.
Tanggal 5 Februari 2026 Pada 5 Februari 2026, KPK melakukan OTT terhadap hakim sekaligus pimpinan PN Depok.
KPK menyita uang ratusan juta rupiah terkait dugaan suap sengketa lahan.
Penangkapan ini melanjutkan rangkaian kasus yang mengguncang wajah peradilan sejak tahun sebelumnya.
Sumber: PojokSatu