Konflik Iran-Israel Berpotensi Berlarut-Larut, Pakar Ungkap Skenario Terburuknya!

RAKYATDAILY.COM – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai konflik Iran dengan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS) kini telah berubah menjadi perang terbuka dan berpotensi meluas ke berbagai kawasan.

“Tentu ini sudah menjadi perang yang terbuka,” ujar Hikmahanto, Kamis (26/3/2026).

Menurut dia, eskalasi konflik saat ini tidak lagi bersifat terbatas atau ‘perang bayangan’ melainkan berisiko menyeret negara lain untuk ikut terlibat.

Ia mencontohkan potensi keterlibatan negara-negara Teluk yang dapat terseret konflik apabila fasilitas vital mereka, seperti gedung, bandara, hingga penampungan minyak, menjadi target serangan.

Selain itu, dinamika global juga dinilai memperbesar peluang meluasnya konflik.

Hikmahanto menyinggung dorongan Donald Trump agar negara-negara anggota NATO, serta Korea Selatan, Jepang, hingga China terlibat dalam pembukaan Selat Hormuz, mengingat ketergantungan mereka terhadap jalur energi tersebut.

Di sisi lain, Rusia disebut turut berperan dalam memperkuat posisi Iran, termasuk melalui pembaruan sistem persenjataan dan dukungan informasi militer terkait pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Terkait peluang diplomasi, Hikmahanto mengatakan masih ada ruang meski sangat terbatas. Ia menyebut adanya pernyataan Trump yang memberi tenggat waktu beberapa hari untuk menempuh jalur diplomasi.

“Saat ini Trump mengatakan akan menempuh jalur diplomasi hingga lima hari ke depan. Bila gagal, bisa jadi perang akan bereskalasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Hikmahanto memperingatkan konflik ini berpotensi berubah menjadi perang jangka panjang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam waktu dekat.

Amerika Serikat, kata dia, ingin membuat Iran tunduk pada kepentingannya.

Sementara Israel menginginkan perubahan sistem pemerintahan di Iran.

Di sisi lain, Iran disebut akan terus merespons setiap serangan yang dilancarkan oleh Israel maupun Amerika Serikat.

“Jika diplomasi gagal, konflik ini bisa menjadi perang jangka panjang karena masing-masing pihak belum mencapai tujuan perangnya,” jelas Hikmahanto.

Sumber: Inilah

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY