Oleh: Tarmidzi Yusuf | Kolumnis
Judul ini mungkin agak berbeda dengan pendapat sebagian kalangan. Tidak sedikit yang pesimis dengan Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat di Pemilu 2029. Termasuk ada sebagian kecil pendukung Anies Baswedan yang berpendapat seperti itu. Mendung.
Pendapat mereka ada benarnya. Bila melihat pemilu di Indonesia terutama sejak pemilu 2014 sampai 2024. Mereka pesimis lantaran pemilu di Indonesia dikenal dengan kecurangan dan keterlibatan negara dalam memenangkan kontestan tertentu.
Pendapat ini dikonfirmasi oleh 3 Hakim Konstitusi dalam dissenting opinion ketika memutus sengketa Pilpres 2024.
Sebaliknya. Penulis optimis. Bakal terjadi anomali di pemilu 2029. Rakyat mulai “memberontak”. Pengalaman pemilu 2014 sampai 2024.
Politik bansos dan politik uang membuat rakyat makin sengsara. Sementara elite politik dan penguasa bergelimang dengan harta.
Momen inilah yang membuat penulis yakin. Pemilu 2029 bakal terjadi anomali. Calon presiden potensial bakal memenangi Pilpres 2029.
Keyakinan itu didasari beberapa hal:
Pertama, Dukungan terhadap Anies Baswedan makin bertambah dan meluas. Ini bisa kita lihat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Apa yang Anies Baswedan sampaikan ketika debat presiden tahun 2024 kembali viral.
Misalnya saja saat Mahkamah Konstitusi menegaskan Jakarta masih jadi Ibukota Negara Republik Indonesia. Sontak video debat presiden tahun 2024 kembali viral.
Saat itu, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo bertanya kepada Anies Baswedan, calon presiden nomor 1. Ganjar Pranowo menanyakan sikap Anies Baswedan terhadap pemindahan Ibukota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Jawaban Anies Baswedan memukau. Ganjar Pranowo senyam senyum. Penonton sorak sorai pertanda dukungan terhadap Anies Baswedan. Video itu hari-hari ini viral di jagad maya. Kembali menjadi perbincangan rakyat.
Kedua, Anies Baswedan satu-satunya calon presiden di Pilpres 2024 masih menjadi perbincangan publik. Anies Baswedan yang “pengangguran” itu ternyata jadwalnya padat dan ketat.
Dukungan rakyat terhadap Anies Baswedan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Anies Baswedan membangun jembatan di pelosok-pelosok kampung dan kegiatan Anies Baswedan bersama Gen Z dan milenial selalu disambut dengan hangat dan massa yang membludak.
Ketiga, Progress pendirian Partai Gerakan Rakyat pasca diputuskan dalam Rakernas I awal Januari 2026 sangat luar biasa.
Sekarang hampir semua propinsi sudah mendapat Surat Keterangan Terdaftar. Sebentar lagi Partai Gerakan Rakyat resmi terdaftar di Kementerian Hukum.
Ini menunjukkan dukungan terhadap Anies Baswedan makin solid. Tanpa dukungan pemodal alias oligarki, Partai Gerakan Rakyat dalam tempo 5 bulan sudah mendapatkan pengesahan dari Pemerintah. Partai Gerakan Rakyat sah dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Keempat, Gonjang-gonjang politik yang menerpa rezim hari ini terutama terperosoknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tata kelola MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditengarai sarat dengan korupsi dan bagi-bagi kue untuk timses membawa “berkah” politik bagi Anies Baswedan.
Bahkan isu ijazah palsu Jokowi yang makin panas dan membuat Jokowi makin terpojok secara tidak langsung membawa “berkah” bagi Anies Baswedan.
“Berkah” politik itu menurut penulis karena konsistensi Anies Baswedan. Seia sekata antara perbuatan dan ucapan. Anies Baswedan teguh dengan pendiriannya. Tidak goyah dengan iming-iming uang dan kekuasaan. Anies Baswedan setia bersama pendukungnya yang 40juta-an itu.
“Berkah” politik yang dipetik oleh Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat diprediksi akan terus menggelinding bagai bola salju hingga 2029.
Apalagi bila ada tsunami politik sebelum 2029. Akan membuat Anies Baswedan dan Partai Gerakan Rakyat makin berpeluang di Pemilu 2029.
Meski cuaca politik Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat cerah. Alangkah baiknya bila pendukung Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat tetap waspada.
Sedia payung sebelum hujan. Operasi penjegalan. Baik melalui RUU Pemilu maupun penjegalan seperti Pilkada Jakarta 2024 yang lalu.
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan (fisik, mental, strategi, dan logistik) apa saja yang kamu miliki… ” [QS. al-Andal: 60] ***