RAKYATDAILY.COM — Pengamat politik Adi Prayitno mengulas skenario krusial yang membayangi arah perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pasca-purna tugas.
Menurut analisisnya, konstelasi Pemilu dan Pilpres 2029 akan menjadi panggung ‘pertaruhan terakhir’ bagi pengaruh serta eksistensi dinasti politik Solo di tingkat nasional.
Adi menilai karier politik Jokowi berpotensi menemui babak akhir jika dua syarat utama gagal terpenuhi: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berhasil mengamankan tiket pencalonan di Pilpres 2029, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali gagal menembus batas ambang parlemen (parliamentary threshold) menuju DPR RI.
“Kalau tanpa itu semua, Gibran tidak maju, tidak mampu berkompetisi di 2029, PSI tidak lolos ke parlemen, maka jalan cerita Jokowi sejak saat itu akan selesai, akan tamat, dan akan wasalam,” pukas Adi Prayitno dalam tayangan di kanal YouTube Adi Prayitno Official.
Sebaliknya, jika Jokowi mampu menembuskan PSI ke Senayan sekaligus menjaga relevansi posisi Gibran—misalnya kembali didorong sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto atau figur potensial lainnya—publik akan terus menilai bahwa pengaruh politik (Jokowi effect) masih sangat sakti dalam perceturan politik nasional.
Kekhawatiran para pengamat tersebut seolah dijawab langsung oleh Jokowi lewat manuver konsolidasi politik yang makin masif.
Menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (1/8/2026), Jokowi menyuntikkan optimisme tinggi di hadapan ribuan kader partai bersimbol gajah tersebut.
Jokowi menegaskan keyakinannya bahwa PSI memiliki peluang amat besar untuk menembus kursi DPR RI pada 2029 mendatang.
Bahkan, dalam pidato politiknya, mantan orang nomor satu di Indonesia itu mematok target yang jauh lebih tinggi ketimbang sekadar lolos ke Senayan.
“Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029,” tegas Jokowi di hadapan para kader.
Meski tidak membeberkan secara mendetail angka pasti atau sasaran strategis yang dibidik, Jokowi mengklaim telah mengantongi kalkulasi politik yang matang.
Antusiasme membludaknya kader hingga tingkat daerah seperti di Kupang diyakininya menjadi sinyal riil kekuatan mesin politik PSI di lapangan.
“Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk,” ungkap Jokowi.
“Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?” pungkasnya menyemangati barisan kader.