HEBOH Nama Jokowi dan Sri Mulyani Muncul di Epstein Files, Ternyata Begini Konteksnya!

RAKYATDAILY.COM – Epstein Files atau Dokumen Epstein ramai menjadi perbincangan netizen dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa tokoh termasuk Joko Widodo (Jokowi) dan Sri Mulyani ternyata muncul di Epstein Files.

Dengan banyaknya pencarian, Epstein Files bahkan masuk dalam salah satu topik tertinggi pada Google Trends selama dua hari terakhir.

Nama Sri Mulyani menuai sorotan setelah putra Menkeu RI Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, mengunggah Insta Story dengan menyebut SM.

“EFTA01789581.pdf. Hmm, di dokumen Jeffrey Epstein kok ada SM ya?” tulis akun @bc.8a41121a milik Yudho.

Pada file lain dengan nomor ‘EFTA01978403’, nama Joko Widodo juga disebut beberapa kali.

Sebagai informasi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice alias DOJ) telah merilis Epstein Files pada akhir Januari 2026.

Dokumen tersebut memuat tiga juta halaman, 180 ribu file foto, dan 2.000 buah video.

DOJ mengunggah Epstein Files atau Dokumen Epstein di laman resmi sehingga warga Amerika Serikat hingga netizen internasional dapat mengaksesnya.

Tentang Epstein Files

Epstein Files memuat informasi mengenai segala tindakan serta koneksi Jeffrey Epstein.

Skandal Jeffrey Epstein mencapai puncaknya melalui rilis jutaan dokumen dalam Epstein Files, sebuah pengungkapan masif hasil investigasi selama dua dekade yang dipicu oleh Epstein Files Transparency Act 2025.

Meskipun Epstein tewas secara misterius sebelum persidangan federal, dokumen-dokumen ini mengungkap jaringan perdagangan seks anak.

Dokumen turut menyebut tokoh-tokoh global seperti Bill Clinton, Donald Trump, Elon Musk, hingga anggota kerajaan.

Skandal ini tidak hanya memicu perdebatan mengenai teori konspirasi dan pemerasan politik, tetapi juga menyoroti bagaimana kekayaan dan koneksi elite mampu melindungi pelaku kejahatan dari jerat hukum selama bertahun-tahun.

Mengapa Nama Jokowi dan Sri Mulyani Muncul Epstein Files?

Epstein Files memuat banyak informasi, tak hanya soal tindak kejahatan Jeffrey Epstein.

Itu memuat catatan hukum dari proses pidana dan gugatan perdata, laporan saksi serta korban, hingga pengelolaan uang terkait investasi.

Tak hanya Jokowi dan Sri Mulyani, beberapa tokoh lain juga disebut yaitu Hary Tanoesoedibjo, Eka Tjipta Widjaja, hingga Prabowo (disebut satu kali pada EFTA01978403).

Jokowi dan Sri Mulyani disebut pada Epstein Files disinyalir terkait konteks ‘pantauan’ perencanaan investasi.

Mantan Presiden RI dan mantan Menkeu tersebut ada pada file dengan nama “JP Morgan ‘Global Asset Allocation'” tanggal 25 Juli 2014.

Dokumen turut menyebutkan detail FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish.

“Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli),” bunyi dokumen Epstein.

Perlu diketahui, Epstein yang dicurigai sebagai ‘mata-mata’ hingga ‘bankir’ mempunyai koneksi luas.

JPMorgan Chase memproses transaksi bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS (lebih dari Rp16 triliun) terkait Jeffrey Epstein selama belasan tahun.

Tokoh-tokoh internasional muncul pada Epstein Files diprediksi terkait arah investasi jejaring Epstein.

Mereka hanya tercantum untuk informasi global dan kemungkinan tak terkait kasus kejahatannya.

Sumber: Democrazy

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY