RAKYATDAILY.COM – Peta politik menuju Pilpres 2029 mendadak berubah.
Setelah hasil survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI) menempatkan sejumlah nama yang selama ini tidak banyak diperbincangkan sebagai figur potensial calon presiden.
Fenomena ini membuat publik kaget karena tokoh-tokoh yang sebelumnya berada di luar radar justru merangsek masuk ke jajaran papan atas elektabilitas.
Dalam laporan yang dirilis awal Februari, IPI menyebut munculnya kelompok nama baru yang dinilai publik memiliki kapasitas kepemimpinan kuat.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hingga Sherly Tjoanda tiba-tiba menjadi sorotan setelah hasil survei memperlihatkan tren kenaikan elektabilitas signifikan.
Peneliti IPI Abdan Sakura menilai bahwa kemunculan figur-figur tersebut mencerminkan perubahan preferensi publik yang semakin kritis dalam memilih calon pemimpin.
“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,”
Ujar Peneliti IPI Abdan Sakura, dikutip Pojoksatu.id dari Antaranews 10/2/2026.
Laporan survei itu juga menegaskan bahwa beberapa nama baru kini sanggup masuk dalam jajaran besar kandidat capres.
“Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen, disusul Purbaya 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen,” ucap dia.
Fenomena ini menyulut spekulasi baru di kalangan analis politik.
Banyak yang memprediksi bahwa jika tren ini berlanjut, Pilpres 2029 bisa menjadi kontestasi paling tidak terduga sejak era Reformasi.
Publik dinilai mulai membuka ruang bagi figur teknokrat dan tokoh non-partai dengan rekam jejak profesional yang kuat.
Dengan berbagai survei yang masih akan berlangsung hingga masa pendaftaran capres mendekat, peta politik 2029 tampak semakin dinamis.
Kemunculan tokoh senyap yang tiba-tiba melejit memberi warna baru yang memperkaya dinamika menuju perebutan kursi RI-1.
Sumber: PojokSatu