Ikuti Jejak Yaqut, Ketua GP Ansor Bondowoso Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 Miliar!

RAKYATDAILY.COM – Ketua GP Ansor Bondowoso, Luluk Hariyadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2024.

Nilai kerugian negara dalam perkara ini disebut mencapai Rp1,2 miliar.

Dana hibah tersebut diperuntukkan bagi lembaga GP Ansor Bondowoso, namun diduga tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bondowoso, Dian Purnama, Senin (26/1/2026).

Menurut Dian, dana hibah tersebut seharusnya dialokasikan untuk pembelian seragam Ansor Pengurus Cabang, Pengurus Anak Cabang dan sembilan ranting.

Penetapan Luluk sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

Dari perhitungan sementara, kerugian negara yang ditimbulkan atas perkara ini mencapai Rp1,2 miliar.

30 Saksi Diperiksa

Penetapan tersangka Luluk Hariyadi dilakukan setelah pihak Kejari Bondowoso melakulan pemeriksaan lebih dari 30 saksi.

Termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pihak-pihak yang terkait kira-kira 30 lebih saksi,” ujarnya.

Menurutnya, tersangka kini disangkakan pasal 2 ayat (1) UU Tipikor juncto pasal 55 KUHP dan penyesuaian pidananya berdasarkan pasal 603 KUHP baru juncto pasal 20 huruf a,c,d KUHP.

Kemudian juga pasal 3 UU Tipikor jucnto pasal 55 ayat (1) KUHP dan penyesuaian pidananya pasal 604 KUHP baru kucnto pasal 20 huruf a,c,d KUHP baru.

Kini tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Bondowoso dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan sejak hari ini.

Luluk Hariadi Dijuluki Kesatria Berkuda

Luluk Hariyadi ditunjuk sebagai Ketua GP Ansor Bondowoso sejak 2022 lalu melalui Konferensi Cabang (Konfercab) XI PC GP Ansor Bondowoso.

Ia menjabat posisi tersebut untuk periode 2022-2026.

Dikutip dari berbagai sumber, Luluk dijuluki sebagai Kesatria Berkuda. Julukan ini bukan tanpa sebab.

Luluk dikenal memiliki usaha ternak kuda, atas hal itu iapun mendapat julukan tersebut.

Tercatat, Luluk pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo, Jawa Timur selama 11 tahun.

Kala ditunjuk sebagai Ketua GP Ansor Bondowoso, Luluk mengatakan dirinya siap untuk patuh dan tunduk terhadap perintah para kiai di jajaran PCNU Bondowoso.

Diketahui, Luluk melanjutkan kepemimpinan sebelumnya yakni Kapriyanto.

Apa itu GP Ansor?

GP Ansor yang dipimpin Luluk merupakan organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Ansor singkatan dari Gerakan Pemuda Ansor.

GP Ansor berdiri pada tahun 1934 di Indonesia. GP Ansor didirikan sebagai wadah pemuda untuk mengokohkan nilai-nilai Islam moderat, nasionalisme, dan sosial kemasyarakatan.

Nama Ansor diambil dari kata Ansar, yang berarti penolong atau pembela dalam bahasa Arab, merujuk pada pemuda-pemuda yang membantu Nabi Muhammad di Madinah.

Tujuan dan fungsi GP Ansor dibentuk di antaranya menanamkan pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jamaah (moderasi) kepada pemuda, menjadi wadah pengkaderan generasi muda NU untuk kepemimpinan dan pengabdian masyarakat hingga terlibat dalam kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Adapun kegiatan utama dari GP Ansor meliputi:

  • Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pemuda.
  • Aksi sosial, seperti bantuan bencana alam dan kegiatan kemanusiaan.
  • Penguatan toleransi dan moderasi beragama di masyarakat.
  • Mengikuti kegiatan nasional seperti pengamanan pemilu atau acara keagamaan besar sebagai bagian dari kontribusi kepada negara.

Hubungan GP Ansor dengan NU

GP Ansor adalah organisasi sayap kepemudaan NU, sehingga setiap kegiatannya biasanya sejalan dengan misi Nahdlatul Ulama.

Singkatnya, GP Ansor adalah organisasi pemuda NU yang fokus pada pengembangan kader, moderasi Islam, dan pelayanan masyarakat.

Sumber: Tribun

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY