Iran Menolak Tunduk ke AS Apalagi Israel, Kecuali 5 Syarat Ini Terpenuhi!

RAKYATDAILY.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh pemerintahan Donald Trump.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung hampir satu bulan dinilai belum menunjukkan tanda mereda.

Sebagai respons atas tawaran tersebut, Teheran justru mengajukan sejumlah persyaratan yang menegaskan posisi negosiasi mereka.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian konflik masih jauh dari tercapai.

Seperti dilaporkan Anadolu Agency, seorang pejabat menyatakan Iran menanggapi proposal Amerika Serikat secara negatif.

Ia menekankan bahwa akhir dari “perang yang dipaksakan” hanya akan terjadi jika seluruh syarat yang diajukan Teheran terpenuhi.

Pernyataan senada juga disampaikan pejabat senior Iran kepada Press TV.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan Washington.

“Iran akan mengakhiri perang ketika sudah memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya sendiri terpenuhi,” kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa Teheran akan terus melanjutkan pertahanan dan memberikan “pukulan berat” hingga tuntutannya dipenuhi.

Menurut pejabat itu, Washington telah mencoba membuka jalur komunikasi melalui berbagai kanal diplomatik.

Namun, proposal yang diajukan dinilai tidak realistis dan tidak mencerminkan situasi di lapangan.

Sementara itu, laporan The Hill menyebut Iran hanya akan mengakhiri perang “pada waktu yang mereka pilih sendiri dan hanya jika seluruh syarat yang telah ditetapkan terpenuhi.”

Pernyataan tersebut juga ditegaskan melalui akun resmi Konsulat Iran di Mumbai.

“Iran tidak akan membiarkan Trump menentukan waktu berakhirnya perang.”

Lima Syarat Iran Akhiri Perang

1. Penghentian Total Agresi Militer

Iran menuntut penghentian seluruh bentuk serangan dari pihak lawan, khususnya Amerika Serikat dan Israel. Tanpa itu, gencatan senjata dinilai tidak akan berkelanjutan.

2. Jaminan Perang Tidak Terulang

Teheran meminta adanya mekanisme konkret yang menjamin konflik tidak kembali terjadi di masa depan, termasuk jaminan hukum internasional.

3. Ganti Rugi dan Reparasi Perang

Iran menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur, korban sipil, dan dampak ekonomi akibat konflik.

4. Penghentian Konflik di Semua Front

Syarat ini mencakup penghentian konflik di seluruh wilayah Timur Tengah, termasuk yang melibatkan kelompok-kelompok non-negara.

5. Pengakuan Kedaulatan atas Selat Hormuz

Iran menegaskan klaim kedaulatan atas Selat Hormuz sebagai bagian penting dari kesepakatan.

Respons dan Eskalasi Konflik

Di sisi lain, proposal dari Amerika Serikat mencakup pembatasan program nuklir Iran, pengurangan kemampuan rudal, serta pembukaan kembali Selat Hormuz dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Namun, Iran menegaskan bahwa tuntutan terbaru tersebut berada di luar pembahasan sebelumnya dalam negosiasi di Jenewa.

Sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, dan Turki disebut berpotensi berperan sebagai mediator dalam upaya diplomasi.

Sementara itu, militer Amerika Serikat dilaporkan bersiap mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik.

Serangan udara oleh AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara seperti Yordania dan Irak.

Eskalasi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu stabilitas pasar global dan sektor penerbangan internasional.

Sumber: Inilah

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY