Kader PSI Beri Pandangannya: Tidak Ada Sosok Wapres yang Layak Selain Gibran!

RAKYATDAILY.COM – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka punya pandangan soal pernyataan dari Mad Ali.

Pernyataan dari Mad Ali yang diresponnya ini soal tidak adanya sosok lain yang layak menjadi Wakil Presiden selain Gibran Rakabuming Raka.

“Emang ada Calon Wapres yang lebih baik dari pada Gibran?,” kata Mad Ali.

Sependat dengan pernyataan ini, Dedy Nur Palakka membagikan padangan lainnya soal sosok Gibran saat hendak menjadi calon wakil Presiden.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Dedy Nur membagikan pandangan yang lebih luar menurutnya.

“Saya membaca pernyataan Mad Ali dalam konteks yang lebih luas dan sesuai dengan dinamika sejarah,” tulisnya dikutip Senin (12/1/2026).

Nama Gibran di Pemilu 2024 memang muncul belakangan dalam bursa kandidat calon Wakil Presiden kala itu.

Awal kemunculannya sebagai kandidat karena PDIP yang saat itu menolak untuk jadi orang nomor 2 dan mendorong Ganjar Pranowo maju sebagai kandidat.

“Kita ingat-ingat lagi bahwa nama Gibran Rakabuming Raka tidak muncul dalam wacana Wapres RI untuk semua kandidat calon presiden yang hendak bertanding,” tuturnya.

“Nama Gibran Rakabuming Raka baru muncul kepermukaan ketika PDIP menolak menjadi orang nomor dua di Republik Indonesia lewat tokoh politik bernama @ganjarpranowo,” jelasnya.

Setelah munculnya nama Gibran, pernyataan dari Mad Ali ini disebutnya mulai sesuai.

Terbukti dengan adanya rebutan dari calon kandidat Presiden yang ingin meminangnya menjadi pendamping.

“Itulah salah satu alasan fundamental mengapa pernyataan Mad Ali soal Gibran Rakabuming Raka menjadi relevan “emang ada calon wapres yang lebih baik daripada Gibran”?,” paparnya.

“Perlu juga kita catat bahwa setelah kemunculan nama Gibran Rakabuming Raka kepermukaan sebagai kandidat potensial calon Wapres maka semua kandidat Capres balapan ingin meminangnya menjadi Wapresnya,” sambungnya.

Tiga calon Presiden kala itu disebutnya berebut untuk mendapatkan putra dari mantan Presiden Joko Widodo itu sebagai pendamping.

Nyata, Gerindra bersama kandidat Prabowo Subianto yang berhasil mendapatkannya.

“Anies, Ganjar, Prabowo sangat bersemangat untuk membujuk Gibran Rakabuming Raka untuk bersedia menjadi Wapresnya,” tuturnya.

“Singkat cerita dari sekian banyak lobby-lobby politik yang terjadi Gibran Rakabuming Raka akhirnya memutuskan untuk berjalan bersama Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Alasan tidak ada yang layak jadi Wakil Presiden selain Gibran menurutnya sangat logic.

Dengan alasan keenganan Gibran berjalan bersama mereka membuatnya tantrum dan karena penolakan tersebut.

“Dan dari sanalah semua jenis kejengkelan politik berawal, Gibran Rakabuming Raka menjadi penyebab utama mengapa mereka begitu “tantrum” dan jengkel bukan main, karena Gibran Rakabuming Raka memilih tidak berjalan bersama mereka,” terangnya.

“Kira-kira begitu terjemahan politik yang saya baca dari pernyataan Ketua Harian DPP PSI 🔥,” terangnya.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY