NGERI! Borok Bandara Kertajati Dikuliti Pakar: Kedoknya Bengkel Pesawat, Padahal Pangkalan Militer Intelijen AS?

RAKYATDAILY.COM – Bandara Kertajati di Jawa Barat berpotensi jadi pangkalan militer terselubung Amerika Serikat (AS) dengan kedok bengkel pesawat. Pakar meminta pemerintah berhati-hati.

Hal tersebut disampaikan Pakar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Suzie Sudarman.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia sudah memberi lampu hijau kepada AS untuk menggunakan bandara tersebut.

AS diketahui mengusulkan Bendara Kertajati digunakan sebagai fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau pusat perawatan pesawat C-130 Hercules. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menerimanya.

“Kita sudah akan menerima di Kertajati, calon untuk menjadi pangkalan Amerika Serikat, kita kan tidak senaif itu,” kata Suzie dikutip dari YouTube Nusantara TV, Jumat (22/5/2026).

Suzie menjelaskan, langkah itu bisa dibaca sebagai bagian strategi AS agar bisa mengimbangi kekuatan China.

“Maksudnya kalau misalnya sampai China merangsek untuk mengambil semua berdasarkan nine dash line, dia sudah menyiapkan kekuatan yang akan menghantam mereka. Mungkin di Natuna, mungkin di Kertajati,” jelasnya.

Meski saat ini belum ada keterangan resmi bahwa akan digunakan jadi pangkalan militer, Suzie memprediksi ke depan akan melebar jadi pangkalan militer.

“Mula-mulanya sih bilang gampanglah kita bikin onderdil-onderil di situ, supaya pesawat Amerika fine. Tapi lama-lama melebar, coba aja,” terangnya.

Dia menyebut, Indikasinya karena AS bakal kehilangan pangkalan militer di Timur Tengah.

“Mereka kan akan kehilangan pangkalan di Timur Tengah ya,“ tambahnya.

Dua kekuatan besar, antara China dan AS, menurutnya akan berebut Natuna.

“Nanti kan rebutan Natuna, dengan memorandum of understanding yang mengatakan, ini adalah wilayah yang akan dikelola bersama,” paparnya.

“Padahal nggak ada, satu wilayah yang berkonflik itu dikelola bersama,” tambah Suzie.

Presiden Restui Bandara Kertajati Jadi Episentrum MRO Hercules: Pusat Bengkel Hercules di Asia

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, tengah diproyeksikan menjadi lokasi pusat perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk skala se-Asia.

Hal ini tengah dijajaki lewat kesepakatan strategis yang terjalin antara Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth.

Lampu hijau dari Washington ini menjadi angin segar yang menegaskan posisi tawar Indonesia di kawasan regional.

Terlebih sejak diresmikan 2018, bandara ini dianggap masih sepi penumpang dan kini hanya tersisa satu rute penerbangan dari dan ke Singapura.

Terkini, BIJB Kertajati digunakan untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Jawa Barat.

Dalam Rapat Kerja Bersama antara Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan dan TNI pada Selasa (19/5/2026), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membagikan momentum berharga tersebut.

“Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’. Saya lapor ke Bapak Presiden, ‘kasih Kertajati’. Nah kita sedang bekerja untuk itu,” ungkap Sjafrie.

Walau cetak biru proyek raksasa ini belum dipaparkan secara mendetail oleh Menhan, validitas rencana tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan adanya tawaran dari negara adidaya itu pada kesempatan terpisah.

“Terkait pernyataan Bapak Menhan tersebut, saat ini memang terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Penunjukan infrastruktur di Majalengka ini bukannya tanpa alasan yang matang.

Rico membeberkan bahwa bentangan lahan yang masif serta kesiapan fasilitas aviasi yang komplet menjadi magnet utama dipilihnya Bandara Kertajati.

Menurut sang perwira tinggi TNI AD, transformasi bandara ini menjadi episentrum perawatan Hercules se-Asia bakal dieksekusi melalui beberapa fase berkala.

“Diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan,” ucap dia.

Langkah konkret ini dipandang Rico selaras dengan visi besar negara dalam memperkokoh kedaulatan industri pertahanan domestik sekaligus menyokong pilar logistik kedirgantaraan strategis di tanah air.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY