RAKYATDAILY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas pemerintah meski dihadapkan pada potensi krisis ekonomi.
Ia menilai anggaran negara lebih tepat digunakan untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat dibandingkan berpotensi diselewengkan.
“Saya akan bertahan untuk sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama sejumlah jurnalis dan pakar di akun YouTube resminya, Kamis (26/3/2026).
Prabowo mengungkapkan, persoalan gizi anak masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Berdasarkan pengalamannya saat turun langsung ke lapangan, ia masih menemukan banyak kasus stunting yang memprihatinkan.
“Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat, saya kampanye sekian kali di desa-desa. Anak umur 11 tahun, badannya seperti anak 4 tahun,” kata dia.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi alasan kuat agar program MBG tidak dihentikan, sekalipun situasi ekonomi sedang tidak stabil.
Menurutnya, pemerintah perlu mencari alternatif efisiensi lain tanpa memangkas program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Jadi jangan ke arah, oke ada krisis, nanti kita hentikan MBG. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat,” tegasnya.
Prabowo bahkan menyatakan kesiapannya untuk mempertaruhkan kepemimpinannya demi memastikan program tersebut berjalan optimal dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat,” ucap dia.
Lebih lanjut, ia menyebut program MBG telah menarik perhatian lembaga internasional, salah satunya Rockefeller Institute.
Berdasarkan kajian lembaga tersebut, investasi pada program ini dinilai memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan.
“This is the best investment. Satu dolar yang kita keluarkan bisa kembali 7 sampai 35 dolar,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan, program tersebut juga dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah, kata dia, masih memiliki banyak opsi penghematan lain tanpa harus mengorbankan program prioritas seperti MBG.
“Masih banyak penghematan lain yang real yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise di banyak bidang,” jelasnya.
Sumber: Inilah