Pingsan Saat Upacara, Harta Rp2,6 Triliun Ikut Disorot, Ini Fakta Kekayaan Sakti Wahyu Trenggono!

RAKYATDAILY.COM – Insiden pingsannya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat upacara pelepasan jenazah pegawai KKP korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tidak hanya memicu simpati publik.

Peristiwa itu juga kembali membuka sorotan terhadap sisi lain sang menteri, yakni kekayaan pribadinya yang mencapai triliunan rupiah.

Sejumlah media nasional mengungkap, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Total kekayaan Sakti Wahyu Trenggono berada di kisaran Rp2,44 hingga Rp2,66 triliun.

Angka tersebut menjadikannya salah satu menteri terkaya di Kabinet Merah Putih.

Dalam laporan LHKPN yang dikutip dari Antara, Okezone, dan IDN Times komposisi kekayaan Trenggono didominasi oleh surat berharga dan investasi yang nilainya mencapai Rp1,9–2,2 triliun.

Selain itu, ia tercatat memiliki aset tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp90 miliar yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, hingga Bali.

Tak hanya itu, Trenggono juga melaporkan kepemilikan kendaraan mewah dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai lebih dari Rp20 miliar.

Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang, sehingga seluruh nilai kekayaan itu merupakan harta bersih.

Sorotan terhadap kekayaan Trenggono muncul bersamaan dengan viralnya insiden pingsan di tengah upacara kenegaraan.

Pihak KKP telah memastikan, pingsannya sang menteri bukan disebabkan penyakit serius, melainkan kelelahan fisik setelah agenda kerja padat dan perjalanan dinas luar negeri.

Jika ditelusuri, kekayaan triliunan rupiah itu bukan muncul secara tiba-tiba.

Trenggono memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha di sektor teknologi dan telekomunikasi.

Termasuk mendirikan perusahaan infrastruktur digital dan pernah menjadi komisaris di perusahaan menara telekomunikasi besar.

Insiden pingsan tersebut akhirnya menghadirkan kontras yang menarik di mata publik seorang menteri dengan harta melimpah.

Namun tetap tumbang karena beratnya tanggung jawab dan ritme kerja negara.

Sumber: PojokSatu

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY