VIRAL Kader NasDem Viktor Laiskodat Sebut Hutan Bukan Paru-Paru Dunia, Netizen Langsung Ribut!

RAKYATDAILY.COM – Nama Viktor Bungtilu Laiskodat, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, mendadak menjadi pusat perhatian warganet.

Videonya yang beredar luas di TikTok, Instagram, hingga X membuat publik terbelalak.

Dalam sebuah seminar, Viktor dengan nada sangat yakin menyampaikan pernyataan yang langsung memicu perdebatan nasional.

“Paru-paru dunia itu bukan hutan. Hutan itu nomor tiga. Penyumbang oksigen terbesar itu laut!” ujarnya dalam sebuah video yang beredar di media sosial

Pernyataan tersebut sontak membuat suasana ruangan mendadak riuh.

Peserta acara tampak saling berpandangan, sementara Viktor menegaskan ulang perkataannya.

Ia bahkan menantang semua orang yang hadir untuk mengecek kebenarannya.

Klip pernyataan itu kemudian menyebar cepat di media sosial, memicu gelombang komentar dan perdebatan panjang.

Tak berhenti sampai di situ, Viktor juga menambahkan argumen lain yang makin memantik kontroversi.

Menurutnya, jika suhu bumi makin naik dan es di kutub mencair, maka kadar oksigen di bumi akan semakin besar.

Ucapan tersebut langsung memancing reaksi keras dari warganet dan kalangan pemerhati lingkungan.

Di tengah gelombang viral tersebut, publik pun mulai bertanya: Benarkah laut penyumbang oksigen terbesar di bumi?

Secara ilmiah, pernyataan Viktor memiliki dasar fakta yang kuat.

Lembaga resmi seperti NASA, NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) hingga Scripps Institution of Oceanography memang mencatat bahwa sekitar 50% oksigen global diproduksi oleh fitoplankton dan ganggang laut.

Sebagian riset bahkan menyebut angka bisa mencapai 80% tergantung metode perhitungan produksi fotosintesis global.

Dengan demikian, klaim bahwa “laut adalah penyumbang oksigen terbesar” bukanlah hoaks secara ilmiah benar adanya.

Namun, di sisi lain, banyak bagian pernyataan Viktor yang dianggap menyesatkan konteks.

Khususnya saat ia menyebut bahwa hutan bukan paru-paru dunia atau menempatkan hutan seolah tidak penting.

Padahal secara ekologis, hutan tetap memiliki peran vital dalam menjaga kualitas udara, menyerap karbon, mengatur iklim mikro, hingga menyediakan habitat bagi jutaan spesies.

Warganet pun ramai-ramai mengkritik bahwa narasi seperti itu bisa mengarahkan opini publik bahwa hutan bukan prioritas untuk dilindungi.

Banyak yang khawatir pernyataan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membenarkan eksploitasi hutan secara berlebihan.

Selain itu, klaim Viktor soal mencairnya es kutub yang disebut dapat membuat oksigen bertambah juga disorot banyak ahli.

Secara ilmiah, mencairnya es laut tidak otomatis meningkatkan produksi oksigen.

Yang ada justru sebaliknya pemanasan global dapat menghambat pertumbuhan fitoplankton karena mengubah komposisi nutrien dan stratifikasi laut.

Artinya, semakin hangat laut, justru ada potensi produksi oksigen berkurang, bukan bertambah.

Di tengah hiruk-pikuk komentar publik, muncul dua kubu.

Kubu yang menilai Viktor sedang mengedukasi masyarakat soal fakta ilmiah laut sebagai produsen oksigen terbesar.

Dan kubu yang menilai cara penyampaiannya keliru dan dapat menggiring opini bahwa hutan tidak sepenting yang selama ini diajarkan.

Yang jelas, video ini sukses membuat perdebatan memanas. Fenomena ini menunjukkan satu hal ketika ilmiah bertemu politik dan media sosial, hasilnya selalu viral.

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY