RAKYATDAILY.COM – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, mengungkap pandangannya mengenai posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam peta politik nasional.
Ia menilai, meski masih menuai keraguan dari sebagian publik, Gibran memiliki potensi besar yang membuat sejumlah pihak merasa tidak nyaman.
Menurut Dedy, salah satu kritik yang kerap muncul adalah terkait pengalaman politik Gibran yang dinilai belum panjang.
Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, Gibran diketahui baru sekitar tiga tahun lebih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Kendati demikian, Dedy menilai bahwa pada masa menjelang pemilihan presiden, Gibran justru menjadi figur yang banyak dilirik oleh berbagai kandidat calon presiden untuk dijadikan pasangan.
“Terlepas dari alasan politis, Gibran merupakan sosok yang menarik dan potensial. Faktor sebagai anak dari presiden yang sedang berkuasa saat itu turut menjadi pertimbangan,” ujar Dedy, Rabu (29/4/2026).
Pada akhirnya, Gibran memilih untuk mendampingi Prabowo Subianto dibandingkan kandidat lain seperti Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.
Dedy menyebut, keputusan tersebut bisa dipengaruhi berbagai faktor, baik yang bersifat politis maupun personal.
Lebih lanjut, ia menilai ada kekhawatiran dari sejumlah pihak terhadap potensi karier politik Gibran ke depan.
Apalagi, jika Gibran mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai wakil presiden.
“Ada kekhawatiran jika karier politiknya semakin kuat dan perannya di pemerintahan semakin signifikan,” kata Dedy.
Ia juga menyinggung adanya dinamika politik yang berpotensi memengaruhi hubungan antara Gibran dan Prabowo.
Menurutnya, terdapat upaya-upaya tertentu yang berusaha memecah soliditas keduanya.
Namun demikian, Dedy menilai hingga saat ini hubungan keduanya masih terjaga dengan baik.
Menurut dia, apabila stabilitas tersebut dapat dipertahankan, maka peluang Gibran untuk melangkah ke posisi puncak kepemimpinan nasional di masa mendatang dinilai terbuka.
“Jika situasi ini terus berlanjut, peluangnya untuk menjadi pemimpin nasional ke depan cukup besar,” ujarnya.
Di sisi lain, Dedy berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam dunia politik.
Ia menilai kehadiran tokoh muda penting dalam mendorong regenerasi kepemimpinan nasional.
“Anak muda adalah harapan bangsa. Partisipasi mereka dalam politik menjadi penting untuk masa depan Indonesia,” kata dia.
Sumber: Fajar