Damai Hari Lubis Prediksi Gibran Rakabuming Raka Jadi Presiden RI 2029!

RAKYATDAILY.COM – Pengamat hukum dan politik Damai Hari Lubis memprediksi peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi Presiden Republik Indonesia pada 2029 bukan sekadar wacana, melainkan sebuah realitas politik yang tengah terbentuk.

Dalam pernyataannya, Damai menilai bahwa jalur politik Gibran menuju kursi RI-1 memiliki fondasi yang kuat dan didukung oleh sejumlah faktor strategis yang sulit diabaikan.

“Track Gibran menuju RI-1 itu bukan lagi sekadar diksi, tapi realitas yang sedang bergerak,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Damai menempatkan posisi Gibran sebagai Wakil Presiden sebagai faktor kunci.

Dalam sejarah politik Indonesia, posisi RI-2 kerap menjadi batu loncatan menuju kursi kepemimpinan tertinggi, terutama ketika memiliki akses terhadap jaringan kekuasaan dan pengambilan kebijakan nasional.

Menurutnya, posisi ini memberikan ruang konsolidasi politik yang luas, baik di tingkat elite maupun akar rumput.

Selain itu, Damai menyoroti faktor dukungan dari lingkungan keluarga, khususnya sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyebut keberanian Jokowi dalam melakukan intervensi politik atau “cawe-cawe” menjadi bagian dari realitas politik yang memperkuat posisi Gibran.

“Faktor biologis dan historis tidak bisa dipungkiri. Ada kekuatan simbolik dan jaringan politik yang sudah terbentuk,” katanya.

Damai juga menilai bahwa faktor finansial menjadi elemen penting dalam kontestasi politik modern.

Ia menyebut Gibran memiliki dukungan sumber daya yang memadai untuk menopang langkah politik jangka panjang.

Selain itu, kekuatan infrastruktur politik dinilai semakin solid, terlihat dari kemampuan memenangkan kontestasi politik sebelumnya, termasuk dalam menghadapi berbagai kritik dan penolakan publik.

Dalam Pilpres 2024, Gibran sempat menghadapi sejumlah tantangan, termasuk isu usia dan latar belakang pendidikan.

Namun, menurut Damai, hal tersebut justru menjadi ujian politik yang memperkuat legitimasi.

“Fakta empirik menunjukkan ia mampu melewati berbagai gelombang penolakan. Itu indikator bahwa basis dukungannya cukup solid,” ujarnya.

Di sisi lain, Damai menilai potensi lawan politik Gibran pada 2029 belum menunjukkan konsolidasi yang kuat.

Ia bahkan menyindir sebagian figur yang dinilai lebih banyak retorika ketimbang kerja politik konkret.

“Banyak yang masih sebatas aklamasi atau sekadar bersorak. Istilahnya over sibuk omon-omon,” kata Damai.

Sumber: RadarAktual

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY