Dulu Bela Mati-Matian, Kini Deddy Corbuzier Balik Arah! Bongkar Borok MBG Prabowo: Bocor Di Mana-Mana

RAKYATDAILY.COM – Deddy Corbuzier mengungkapkan pernah membela mati-matian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam podcast bersama Feri Amsari, baru-baru ini, Deddy mengatakan dirinya percaya program tersebut memiliki tujuan yang sangat baik untuk masa depan generasi muda Indonesia.

“Waktu saya bela mati-matian MBG, otak saya berpikir itu mulia banget, bagus banget,” ujar Deddy.

Ia menilai program makan bergizi gratis merupakan langkah penting yang dibutuhkan Indonesia untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.

“Itu hal yang baik. MBG esensial buat generasi ke depan,” katanya.

Meski demikian, Deddy menyoroti berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar berada pada rantai distribusi dan pengawasan di lapangan.

“Tapi tantangannya di supply chain yang berantakan, bocor di lapangan,” ujarnya.

Deddy juga menyinggung fenomena “joget-joget Rp6 juta” yang sempat ramai diperbincangkan publik, sebagai contoh persoalan dalam implementasi program pemerintah.

Ia menilai ide besar program MBG seharusnya tidak rusak hanya karena lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola pelaksanaan.

Deddy Corbuzier Sebut Eksekusi Program Prabowo Bikin Sedih

Deddy Corbuzier menyoroti pelaksanaan sejumlah program pemerintahan Prabowo Subianto saat berbincang dalam podcast bersama Feri Amsari, baru-baru ini.

Dalam perbincangan tersebut, Deddy menilai banyak kebijakan Presiden Prabowo sebenarnya lahir dari tujuan yang baik dan mulia.

Namun, ia menilai persoalan utama justru sering muncul pada tahap pelaksanaan di lapangan.

“Tujuan Pak Prabowo itu baik, tapi kadang tidak punya pilihan,” ujar Deddy.

Menurutnya, berbagai program pemerintah kerap memiliki gagasan besar yang positif.

Namun apa daya program itu terbentur persoalan birokrasi hingga pola kerja lama yang masih berorientasi proyek.

“Sering kali idenya mulia, tapi yang bikin sedih itu eksekusinya, birokrasinya, masih sering mental proyek,” katanya.

Deddy menilai masalah tersebut membuat sejumlah program yang seharusnya berdampak besar menjadi menuai kritik publik.

Ia menegaskan kritik yang disampaikannya bukan ditujukan pada ide dasar program pemerintah, melainkan pada implementasi di lapangan yang dinilai belum maksimal.

Pernyataan Deddy itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial karena dianggap menggambarkan persoalan klasik dalam pelaksanaan program pemerintah.

Apalagi Deddy Corbuzier diketahui menerima pangkat tituler sebagai Letkol saat Prabowo menjadi Menhan di Pemerintahan Jokowi.

[FULL VIDEO]

Sumber: Konteks

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY