RAKYATDAILY.COM – Jagad media sosial dihebohkan dengan sebuah aksi penebangan pohon yang mengundang reaksi publik.
Pohon yang terlihat dalam video yang viral itu diketahui merupakan habitat satwa di wilayah Merauke, Papua Selatan.
Dalam rekaman ini, terlihat alat berat excavator merobohkan pohon di lahan yang sudah hampir gundul karena perobohan pohon ini.
Di tengah area tersebut, hanya tersisa beberapa pohon yang masih berdiri. Namun salah satu pohon terakhir itu justru ikut diratakan menggunakan excavator.
Dan yang jadi perhatian publik di pohon tersebut, terlihat seekor satwa yang diketahui merupakan penghuni habitat tersebut.
Ketika rumah terakhirnya dirobohkan oleh excavator, masih berada di atas pohon saat proses penebangan berlangsung.
Hewan tersebut tampak kebingungan ketika habitat tempat tinggalnya dihancurkan.
Dan diketahui hewan yang terlihat berusaha melindungi pohon dan habitat ini merupakan seekor, Marsupilami sebuah satwa langkah di Papua.
Video itu langsung memancing rasa sedih dan prihatin dari banyak warganet. Dan diketahui kejadian ini terjadi pada 20 Mei 2026 lalu.
Tidak sedikit yang mempertanyakan cara pembukaan lahan yang dinilai mengabaikan keselamatan satwa liar dan kelestarian lingkungan.
👇👇
Alat berat robohkan rumah terakhir satwa langka Marsupilami, di Hutan Papua Selatan.
Biadab kalian @kemenhut_ri pic.twitter.com/VvB20wxUgg
Baca Juga:— ¥@N’$ (@yaniarsim) May 23, 2026
Sedih dan prihatin melihat video unggahan bobyyy___6 yang viral baru-baru ini.
Sebuah excavator merobohkan pohon habitat marsupilami di Merauke, Papua Selatan. Dalam Islam, merusak alam dan membiarkan satwa kehilangan rumah tanpa ada upaya penyelamatan adalah tindakan yang… pic.twitter.com/RSodC4005P
Baca Juga:— Info Jateng (@Jateng_Twit) May 24, 2026
Adapun untuk hewan yang habitatnya dimusnahkan itu adalah Marsupilami yang saat ini merupakan salah satu satwa langkah.
Marsupilami adalah hewan fiktif dan karkter fiksi dari komik yang diciptakan oleh Andre Franquin.
Marsupilammi pertama kali terbit pada 31 Januari 1952 di majalah Spirou.
Memang secara nama hewan ini berasal fiksi atau komik, namun di dunia nyata ia diyakini mirip dengan hewan kuskus atau Spilocucus.
Di mana Kuskus adalah hewan marsupial endemik yang banyak ditemukan di hutan Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Papua, bahkan berada di Papua Nugini dan Australia.
Secara garis besar, hewan ini masih memiliki hubungan dengan koala dan kangguru karena memiliki kantung perut untuk merawat anak-anaknya.
Secara fisik, Kuskus memiliki bulu yang tebal dan lebat, mata yang besar, serta ekor panjang berotot yang kuat.
Ekor tersebut berfungsi seperti tangan kelima untuk berpegangan dan bahkan bergelantungan di dahan pohon.
Sumber: Fajar