Adu Gengsi Sapi Kurban Penguasa: Pakar Kuliti Bedanya Era Megawati, SBY, Jokowi, vs Presiden Terkini!

RAKYATDAILY.COM – Format pelaksanaan kurban kepresidenan mengalami perubahan signifikan dari era ke era, dengan lompatan terbesar terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pakar manajemen publik Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Dr Nandang Sutisna, menilai skala, anggaran, dan cakupan distribusi kurban Presiden Prabowo menjadi alasan utama program ini mendapat sorotan publik.

“Ini alasan kenapa kurban Presiden Prabowo jadi sorotan,” ujar Nandang Sutisna membahas terkait format kurban kepresidenan melalui akun media sosial pribadinya, dikutip Rabu (27/5/2026).

Dari Puluhan Ekor hingga Ribuan Ekor

Nandang memaparkan, pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pelaksanaan kurban kepresidenan dilakukan dalam skala puluhan ekor.

Distribusinya terpusat di Masjid Istiqlal, lingkungan kediaman presiden, serta kampung halaman.

Memasuki era Presiden Joko Widodo, format berubah menjadi puluhan ekor sapi simbolis yang disebar per provinsi. Anggaran yang digunakan berasal dari APBN dengan kisaran Rp3,5 miliar hingga Rp7 miliar.

“Jokowi puluhan ekor simbolis per provinsi, pakai APBN Rp3,5 miliar hingga Rp7 miliar,” beber Nandang.

Perubahan paling mencolok terjadi pada era Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak ribuan ekor sapi kurban disebar ke kabupaten/kota dan ratusan pesantren di seluruh Indonesia dengan anggaran APBN mencapai Rp100 miliar.

“Prabowo ribuan ekor disebar di kabupaten/kota dan ratusan pesantren pakai APBN Rp100 miliar,” jelasnya.

Perubahan Format Picu Perhatian Publik
Menurut Nandang, peningkatan jumlah sapi dari puluhan menjadi ribuan ekor serta kenaikan anggaran dari miliaran menjadi ratusan miliar rupiah menjadi faktor utama mengapa program ini mendapat perhatian luas.

Ia menambahkan, transparansi dalam penamaan program juga penting agar tidak terjadi kebingungan antara ibadah personal dan program bantuan kemasyarakatan yang bersumber dari APBN.

Program kurban Presiden Prabowo tahun 1447 H/2026 M disalurkan melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban untuk masjid dan pesantren di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Kemhan RI Kurban 8 Ekor Sapi, 18 Kambing pada Iduladha 1447 H
Penjelasan Istana Terkait Sapi Prabowo
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan dana pengadaan sapi kurban berasal dari APBN melalui anggaran Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden.

“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Juri menjelaskan, 1.098 ekor sapi tersebut berasal dari peternak lokal dan akan dibagikan ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp100 miliar.

“Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga memengaruhi harga. Kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar,” ujarnya.

Baca Juga:
Patungan Sapi atau Kurban Satu Ekor Kambing, Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Gus Baha
Sapi Premium untuk Dibagikan
Sapi yang dibeli termasuk kategori premium dengan bobot di atas 800 kilogram. Jenisnya beragam, mulai dari Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Carolaise.

“Ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, tapi juga sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat dan memenuhi syariat Islam untuk kurban,” ucap Juri.

Dari total 1.098 ekor, sebanyak 598 ekor akan disalurkan ke pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Sementara 500 ekor lainnya diserahkan ke lembaga sosial, keagamaan, dan pondok pesantren.

“Jadi untuk daerah 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi,” rincinya.

Artikel Terkait