RAKYATDAILY.COM – Komika Pandji Pragiwaksono menyebut ada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang krusial. Namun tidak ramai dan jarang dibahas.
Pernyataan dimaksud Pandji, saat Prabowo pidato sidang paripurna DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
“Dia bilang gini, menteri-menteri saya suka nanya, ‘Pak ini ada yang menang tender, tapi PDIP. Gimana ya. Bener ngak menteri-menteri, bener ngak. Tapi saya bilang apa, ngak papa. Ngak papa. Kalau tender-tender yang menangin PDIP, ngak papa. Walaupun dia oposisi, ngak papa.’,” kata Pandji meniru pidato Prabowo, dikutip dari Instagrmanya, Sabtu (30/5/2026).
“Karena waktu saya tidak masuk pemerintahan, waktu saya susah. Ibu Mega bantu saya,” sambung Pandji, meniru Prabowo.
Menurut Pandji, pernyataan itu tak bisa disepelekan.
Prabowo mengungkap bahwa selama ini memang partai punya peran dalam tender di pemerintahan.
“Dia baru saja bilang di rapat paripurna DPR, bahwa partai emang bermain dalam tender-tender pemerintahan,” ujar Pandi.
Padahal, kata dia, tender seharusnya dibuka untuk menghindari praktik nepotisme.
Tapi dalam pidato Prabowo itu, secara langsung mengonfirmasi bahwa tender tak menjamin pemenang terpilih tanpa aspek politik.
“Dia mengaku secara terbuka, bahwa dalam tender-tender pemerintahan, yang harusnya dipilih karena profesional dan bersih, ngak main orang dalem, dan ngak dia lagi,” ucap Pandji.
Lebih jauh, Pandji mengatakan, Prabowo juga mengakui partainya sendiri terlibat. Begitu pula partai lainnya.
“Beliau mengaku, tender pemerintahan ini terafiliasi sama partai. Beliau mengaku bahwa Gerindra ngelakui itu, beliau mengaku PDIP ngelakuin itu, beliau mengaku bahwa partai dalam koalisinya melakukan itu,” imbuh Pandji.
Bagi Pandji, Prabowo mesti meluruskan pernyataannya.
“Itu membuka pertanyaan yang harus dijawab oleh Pak Prabowo karena dia yang mengungkap, untuk apa partai ikutan tender? Untuk biayain apa partai ikut tender? Paling penting, apa solusi Pak Prabowo untuk menghindari kondisi partai ngak main tender,” pungkas Pandji.
👇👇
View this post on Instagram
Presiden Prabowo Subianto bercerita adanya keterkaitan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di balik proses tender proyek pada era pemerintahannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menceritakan adanya pertanyaan dari jajaran menteri mengenai proyek dan proses tender yang ternyata berkaitan dengan partai politik tertentu.
“Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas, tetapi tanya saya selalu mengatakan menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak, ini bagaimana ada proyek ada tender, tetapi di belakangnya PDI-P’,” ujar Prabowo saat berpidato dalam rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian KEM-PPKF, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan Prabowo tersebut pun langsung reaksi tawa dan sorakan dari peserta sidang.
Meski demikian, Prabowo tidak mempermasalahkan latar belakang politik dalam proses pengadaan maupun penentuan pemenang tender.
Prabowo menekankan bahwa prinsip utama dalam pemerintahannya adalah keterbukaan dan keadilan, termasuk dalam pengelolaan proyek.
Ia juga menyebutkan bahwa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ikut membantunya ketika ia sedang tidak berada di kekuasaan.
“Ayok, menteri-menteri, benar kan? Tetapi apa jawaban saya? Jawaban saya tidak ada masalah. Kalau dia menang, menang wajar. Jangan kita lihat latar belakangnya, benar?” kata Prabowo.
“Saudara-saudara tenang saja, karena waktu saya enggak berkuasa, waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi,” sambungnya.
Kepala negara pun tampak menunjukkan gestur meminta maaf dengan mengatupkan tangan ke arah Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.
Prabowo kemudian menyinggung hubungannya dengan Megawati pada masa lalu.
“Saya mau terbuka, saya enggak berkuasa waktu itu alias luntang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan,” ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa dirinya kini menerapkan prinsip serupa sebagai kepala negara, yakni tidak membedakan latar belakang politik dalam pelaksanaan kebijakan maupun terkait penentuan proyek pemerintah.
“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik kalau dia benar, dia menang dengan benar harus kita berikan,” kata Prabowo.
Sumber: Fajar