Bongkar Ancaman Nyata Istana! Pakar HTN Ulas 3 Faktor Yang Bisa Bikin Prabowo Lengser

RAKYATDAILY.COM – Advokat sekaligus pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, kembali memberikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kali ini, ia mengingatkan bahwa runtuhnya sebuah kekuasaan umumnya tidak disebabkan oleh satu persoalan semata, melainkan akumulasi dari berbagai krisis yang datang secara bersamaan.

Menurutnya, terdapat tiga “alarm” yang patut diwaspadai oleh setiap pemerintahan, yakni krisis ekonomi, skandal publik seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, serta skandal privat yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin.

Skandal Privat Perlu Disikapi secara Adil

Denny menegaskan, persoalan kehidupan pribadi seorang pejabat tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk memberhentikan seseorang dari jabatannya.

Namun, kata dia, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum yang adil, maka konsekuensi hukum maupun politik harus tetap ditegakkan.

“Saya berpandangan, skandal privat tidak boleh otomatis menjadi alasan pemberhentian,” ujar Denny, Selasa (28/7/2026).

“Namun jika terbukti melalui proses hukum yang adil, konsekuensi hukum dan politiknya harus tegas,” tambahnya.

Ia menekankan, pemimpin di negara yang menjunjung tinggi nilai agama dan kesusilaan semestinya memberikan keteladanan kepada masyarakat.

“Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi agama dan kesusilaan, pemimpin tidak patut menuntut moralitas dari rakyat, tetapi memberi pengecualian kepada dirinya ataupun lingkaran intinya,” ucapnya.

Denny juga menyinggung pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, yang sebelumnya melontarkan dugaan mengenai adanya skandal privat di lingkungan Istana.

Ia menegaskan dirinya tidak sedang membenarkan tuduhan tersebut, tetapi menilai isu yang telah beredar luas perlu dijawab secara terbuka dan berbasis fakta.

“Dalam konteks itu, unggahan Bapak Amien Rais yang melontarkan dugaan adanya skandal privat di lingkaran Istana seharusnya dijawab secara serius dan berbasis fakta,” jelasnya.

Denny menegaskan bahwa ia tidak menyatakan tuduhan tersebut benar.

“Sama sekali, saya tidak menyatakan dugaan tersebut pasti benar dan berdasar,” imbuhnya.

Justru karena dinilai serius, menurutnya, isu tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan.

“Justru karena tuduhannya serius, ia tidak boleh dibiarkan menggantung. Harus diklarifikasi, dibuktikan, atau dibantah melalui saluran komunikasi yang tepat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar penyelesaiannya tidak dilakukan dengan membungkam pihak yang menyampaikan dugaan tersebut.

“Bukan justru dengan membredelnya, memberangusnya. Berhadapan dengan isu asusila yang panas, diam sama sekali bukan emas. Kekosongan informasi akan segera diisi dengan liarnya spekulasi,” tegasnya.

Tiga Alarm Tak Cukup Dijawab Lewat Pidato

Lebih jauh, Denny mengingatkan Presiden Prabowo bahwa tantangan besar yang dihadapi pemerintah tidak cukup dijawab melalui pidato semata.

Menurutnya, masing-masing persoalan memerlukan langkah nyata yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bapak Presiden, tiga alarm tersebut sama sekali tidak cukup dijawab dengan pidato,” ujarnya.

Ia kemudian menguraikan pendekatan yang menurutnya perlu dilakukan pemerintah.

“Ekonomi harus dipulihkan dengan kebijakan yang kredibel. Korupsi harus ditindak tanpa pandang bulu, baik kawan maupun lawan,” paparnya.

“Skandal privat harus dihadapi dengan kejujuran, keteladanan, dan proses hukum yang adil,” sambungnya.

Denny juga mengingatkan bahwa mengabaikan ketiga persoalan tersebut berpotensi membawa konsekuensi besar bagi pemerintahan.

“Jika tiga alarm itu terus diabaikan, sejarah tidak akan pernah berhenti mengamuk. Sejarah akan mendobrak dan merusak fondasi rezim bernegara,” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan doa dan harapan agar Presiden Prabowo mampu menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi bangsa.

“Saya tulus berdoa semoga Bapak Presiden diberi kekuatan dan kejernihan untuk membawa kapal Republik Indonesia melewati tiga gelombang tsunami besar tersebut: krisis ekonomi, skandal publik, dan skandal privat,” pungkasnya.

Artikel Terkait